Gorontalopost, GORONTALO – Upaya memperkuat perlindungan terhadap ibu hamil, khususnya yang menghadapi risiko tinggi,
terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui puncak kegiatan Tahap 3 Program “SIGAP
BUNDA” yang digelar Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Generasi Emas 2045 Dimulai Sejak Dalam Kandungan, Bunda PAUD Gorontalo Tekankan Pentingnya 1.000 HP
Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pendampingan yang dapat terus berjalan di tengah masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Salah satu agenda utama berlangsung di Aula Kantor Desa Luwoo melalui pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi program dan diskusi mengenai mekanisme kerja serta sistem pelaporan kelompok.
Setelah itu, pemerintah desa bersama mahasiswa KKN PK UNG melaksanakan pembacaan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan.
Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan
untuk menjaga sekaligus mendampingi keselamatan ibu hamil di lingkungan Desa Luwoo secara berkelanjutan.
Program Tahap 3 SIGAP BUNDA tersebut mendapat pendampingan intensif dari tim
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PK UNG,
yakni Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed, Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep., serta Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K.
Baca Juga: Intel Kodam XIII/Merdeka Gagalkan Pengiriman 71 Jerigen Solar, Diduga Milik Oknum Aparat
Di lokasi berbeda, Kelas Ibu Hamil digelar di Posyandu Desa Luwoo. Mahasiswa KKN PK UNG bersama Bidan Desa dan Kader Posyandu
memberikan pemahaman kepada ibu hamil dan keluarga mengenai deteksi dini kehamilan berisiko tinggi,
tanda-tanda bahaya selama kehamilan, pentingnya pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara rutin, hingga peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.
Edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Para ibu hamil dan keluarganya juga mengikuti diskusi kelompok kecil secara interaktif.
Mereka diajak mempersiapkan diri menghadapi kondisi darurat, menentukan pihak yang akan mengambil keputusan
ketika terjadi keadaan genting, serta menyusun rencana terkait ketersediaan pendonor darah siaga.
Rangkaian kegiatan kemudian diperluas dengan dukungan terhadap pelaksanaan Posyandu Balita dan Lansia di Aula Kantor Desa.
Kegiatan diawali senam bersama sebagai upaya meningkatkan kebugaran masyarakat, kemudian dilanjutkan
dengan pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan kesehatan dasar bagi lansia, serta konseling mengenai pemenuhan gizi seimbang.
Baca Juga: Gedung PHTC MTsS Bahrul Ulum Resmi Dibuka, Bupati Sofyan Dorong Santri Makin Berprestasi
Koordinator Desa KKN PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, menegaskan bahwa pembentukan kelompok tersebut
diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari program selama mahasiswa berada di desa.
Lebih jauh, kelompok itu diharapkan mampu menjadi sistem pendukung kesehatan ibu hamil yang dapat bertahan dan berjalan secara mandiri.
"Melalui legalisasi SK Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi dan penguatan kapasitas keluarga lewat Kelas Ibu Hamil,
kami ingin memastikan bahwa pengawasan kesehatan ibu hamil tidak berhenti saat masa KKN berakhir, tetapi terus berjalan secara mandiri oleh warga dan perangkat desa," pungkas Taufik.
Pelaksanaan Tahap 3 SIGAP BUNDA menjadi penanda semakin kuatnya kolaborasi antara mahasiswa KKN PK UNG, DPL, pemerintah desa, bidan, kader Posyandu, dan
masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan warga sekaligus mendorong terwujudnya Desa Luwoo yang lebih tanggap, peduli, dan sehat dalam menghadapi risiko kesehatan ibu dan anak.(Ris)
Editor : Azis Manansang