KKN PK UNG Perkuat Perlindungan Ibu Hamil Risiko Tinggi Lewat Program SIGAP BUNDA

Azis Manansang • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:16 WIB

 

mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya. (F:istimewa)
mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya. (F:istimewa)

Gorontalopost, GORONTALO – Upaya memperkuat perlindungan terhadap ibu hamil, khususnya  yang menghadapi risiko tinggi, 

terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui puncak kegiatan Tahap 3 Program “SIGAP 
BUNDA” yang digelar Kamis (6/8/2026). 

Baca Juga: Generasi Emas 2045 Dimulai Sejak Dalam Kandungan, Bunda PAUD Gorontalo Tekankan Pentingnya 1.000 HP

Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pendampingan yang dapat terus berjalan di tengah masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Salah satu agenda utama berlangsung di Aula Kantor Desa Luwoo melalui pembentukan  Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi. 

Kegiatan diawali dengan sosialisasi program dan diskusi mengenai mekanisme kerja serta sistem pelaporan kelompok.

Setelah itu, pemerintah desa bersama mahasiswa KKN PK UNG melaksanakan pembacaan  dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan. 

Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan  

untuk menjaga sekaligus mendampingi keselamatan ibu hamil di lingkungan Desa Luwoo secara berkelanjutan.

Program Tahap 3 SIGAP BUNDA tersebut mendapat pendampingan intensif dari tim 
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PK UNG, 

yakni Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed, Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep., serta Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K.

Baca Juga: Intel Kodam XIII/Merdeka Gagalkan Pengiriman 71 Jerigen Solar, Diduga Milik Oknum Aparat

Di lokasi berbeda, Kelas Ibu Hamil digelar di Posyandu Desa Luwoo. Mahasiswa KKN PK  UNG bersama Bidan Desa dan Kader Posyandu 

memberikan pemahaman kepada ibu hamil dan keluarga mengenai deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, 

tanda-tanda bahaya selama kehamilan, pentingnya pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara rutin, hingga peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.

Edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Para ibu hamil dan keluarganya juga  mengikuti diskusi kelompok kecil secara interaktif. 

Mereka diajak mempersiapkan diri menghadapi kondisi darurat, menentukan pihak yang akan mengambil keputusan

ketika terjadi keadaan genting, serta menyusun rencana terkait ketersediaan pendonor darah siaga.

Rangkaian kegiatan kemudian diperluas dengan dukungan terhadap pelaksanaan Posyandu  Balita dan Lansia di Aula Kantor Desa. 

Kegiatan diawali senam bersama sebagai upaya  meningkatkan kebugaran masyarakat, kemudian dilanjutkan 

dengan pemantauan tumbuh  kembang balita, pemeriksaan kesehatan dasar bagi lansia, serta konseling mengenai  pemenuhan gizi seimbang.

Baca Juga: Gedung PHTC MTsS Bahrul Ulum Resmi Dibuka, Bupati Sofyan Dorong Santri Makin Berprestasi

Koordinator Desa KKN PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, menegaskan bahwa  pembentukan kelompok tersebut 

diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari program selama mahasiswa berada di desa. 

Lebih jauh, kelompok itu diharapkan mampu menjadi sistem pendukung kesehatan ibu hamil yang dapat bertahan dan berjalan secara mandiri.

"Melalui legalisasi SK Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi dan penguatan kapasitas  keluarga lewat Kelas Ibu Hamil, 

kami ingin memastikan bahwa pengawasan kesehatan ibu  hamil tidak berhenti saat masa KKN berakhir, tetapi terus berjalan secara mandiri oleh warga dan perangkat desa," pungkas Taufik.

Pelaksanaan Tahap 3 SIGAP BUNDA menjadi penanda semakin kuatnya kolaborasi antara  mahasiswa KKN PK UNG, DPL, pemerintah desa, bidan, kader Posyandu, dan 
masyarakat. 

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan warga  sekaligus mendorong terwujudnya Desa Luwoo yang lebih tanggap, peduli, dan sehat dalam menghadapi risiko kesehatan ibu dan anak.(Ris)

Editor : Azis Manansang
Gorontalo UNG Universitas Negeri Gorontalo Profesi Kesehatan Mahasiswa KKN