Gorontalopost, SUWAWA – Perjuangan membuka akses jalan menuju Pinogu memasuki babak baru. BPJN Gorontalo memberi sinyal kuat
bahwa pembangunan akses strategis tersebut dapat mulai direalisasikan secara bertahap pada 2028, asalkan seluruh persyaratan pengusulan segera dirampungkan.
Kepastian itu disampaikan Plh Kepala BPJN Gorontalo Jemi Dunda setelah menerima Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa bersama Tim Percepatan Pembangunan Pinogu (TP3), Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Bupati Cup 2026 Dimulai, Sofyan Puhi Titip Pesan Soal Kebakaran dan Sportivitas
Dalam pertemuan tersebut, berbagai persyaratan yang diperlukan untuk membuka jalan pengusulan pembangunan dibahas bersama.
Sebagian persyaratan bahkan disebut mulai dipenuhi, sehingga rencana pembangunan akses Pinogu kini semakin dekat untuk masuk ke mekanisme pengusulan pemerintah pusat.
“Intinya kami sangat mendukung pembangunan akses menuju Pinogu. Semua persyaratan tadi sudah dirapatkan dan sudah mulai berangsur-angsur dipenuhi,” kata Jemi.
Menurut Jemi, langkah berikutnya adalah memastikan seluruh dokumen dan persyaratan selesai dalam waktu dekat.
Setelah itu, usulan pembangunan dapat segera didorong melalui mekanisme pemerintah pusat dengan target awal pelaksanaan pada 2028.
“Semoga dalam waktu dekat ini sudah bisa diusulkan sehingga bisa kita tangani minimal 2028 saat kita mulai pelaksanaan,” lanjutnya.
Salah satu opsi yang dapat digunakan adalah pembangunan dengan sistem bertahap.
Artinya, pekerjaan tidak harus menunggu seluruh anggaran tersedia dalam satu tahun.
Ruas jalan dapat dikerjakan secara berkelanjutan berdasarkan kemampuan anggaran yang tersedia.
Baca Juga: Laporan Keuangan BAZNAS Boalemo 2025 Raih WTP, Lahmuddin: Bukti Pengelolaan Dana Umat
Dalam skema Inpres Jalan Daerah (IJD), batas maksimal anggaran setiap kegiatan mencapai Rp50 miliar.
Sementara total usulan yang dapat diajukan masing-masing kabupaten/kota maksimal Rp 100 miliar.
Dengan skema tersebut, pembangunan akses Pinogu dapat dimulai pada sebagian ruas pada 2028 dan kemudian dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya hingga seluruh target pembangunan tercapai.
“Bisa dianggarkan per tahap. Tahun 2028 berapa miliar dulu, tahun berikutnya beberapa miliar lagi sampai tuntas,” ujarnya.
Meski membuka peluang pembangunan bertahap, Jemi menekankan agar program tersebut tetap dirancang sebagai satu kesatuan.
Kesinambungan menjadi kunci agar pekerjaan lanjutan pada tahun berikutnya dapat lebih mudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.
“Programnya satu, sehingga nama paketnya bisa disebutkan lanjutan dari bagian sebelumnya. Itu bisa lebih mudah disetujui oleh pusat,” pungkasnya.
Sinyal dukungan dari BPJN Gorontalo ini menjadi perkembangan penting dalam upaya membuka akses Pinogu.
Dengan pemenuhan persyaratan yang terus dikebut, pembangunan jalan strategis tersebut kini memiliki peluang untuk mulai masuk tahap pelaksanaan pada 2028.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang