Gorontalopost, GORONTALO – Kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri ke Gorontalo mulai membuka peluang kerja sama baru.
Pemerintah UEA menyatakan siap menerima berbagai proposal pembangunan yang memiliki prioritas dan potensi untuk dikembangkan di Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut disampaikan Abdulla saat menghadiri welcome dinner bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Sekdaprov Sofian Ibrahim serta jajaran pimpinan OPD Pemprov Gorontalo di aula rumah jabatan Gubernur, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: 203 Kontingen Pramuka Gorontalo Menuju Jamnas XII Cibubur, Sofyan Puhi Titip Pesan
Menurut Abdulla, hubungan Indonesia dan UEA telah memiliki perjalanan panjang. Kedua negara menjalin hubungan bilateral sejak 1970 atau telah berlangsung selama lima dekade.
Kerja sama yang awalnya bergerak di sektor penerbangan, pelabuhan serta minyak dan gas kini semakin luas hingga pendidikan dan energi terbarukan.
Melihat kondisi Gorontalo, Abdulla menyebut masih banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah agromaritim, yang dinilai menjadi sektor vital bagi perekonomian Gorontalo.
“Kami siap untuk menerima proposal kerja sama terutama sektor-sektor yang mempunyai prioritas tersendiri untuk pembangunan Provinsi Gorontalo,” kata Dubes Abdulla.
Pembahasan lebih konkret mengenai peluang tersebut akan dilakukan dalam forum dialog yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
Dalam forum itu, pihak Kedubes UEA membuka kesempatan bagi Pemprov Gorontalo untuk menyampaikan berbagai gagasan maupun proyek yang berpotensi dikerjasamakan.
Tak hanya berbicara mengenai peluang ekonomi, Abdulla juga mengapresiasi sambutan yang diterimanya selama berada di Gorontalo.
Baca Juga: Kemah Budaya Pohuwayama Penggalang II Dibuka, Wabup Boalemo Dorong Generasi Muda Cinta Budaya
Sebagai bagian dari hubungan yang lebih dekat, ia memberikan undangan khusus kepada Gubernur Gusnar untuk bertemu di kediamannya di Jakarta.
“Kami tegaskan sekali lagi pak, kami mengundang Bapak untuk datang ke Jakarta dan ini merupakan undangan untuk dijawab Bapak secara langsung sebagai Gubernur,” ungkap Dubes Abdulla.
Gubernur Gusnar Ismail mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Gorontalo untuk membuka akses kerja sama dengan negara yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan, transportasi dan transformasi energi dunia.
Salah satu peluang kerja sama mulai terlihat setelah rombongan meninjau industri kelapa di Gorontalo. Gusnar berharap kunjungan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas.
“Tadi siang kita meninjau salah satu industri kelapa yang ada di Gorontalo, mudah-mudahan ini bisa membuka jalan kerjasama kita yang akan datang,” ujar Gusnar.
Selain sektor ekonomi, Gusnar berharap dukungan UEA dapat diarahkan untuk melanjutkan pembangunan Gorontalo Islamic Center.
Ia bahkan membayangkan Gorontalo memiliki masjid yang menjadi simbol hubungan dengan UEA, sebagaimana Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo.
“Masjid Raya Sheikh Zayed yang di Solo itu adalah masjid emirat Arab untuk bagian barat di Indonesia, sedangkan Masjid Raya Sheikh Zayed yang di Gorontalo menjadi masjid emirat arab untuk kawasan timur Indonesia,” paparnya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang