GORONTALOPOST -Provinsi Gorontalo kini memiliki Kecamatan Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari upaya mempercepat eliminasi penyakit menular tersebut. Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, resmi ditetapkan sebagai Kecamatan Siaga TBC melalui peresmian yang dilakukan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa mengatakan, pembentukan Kecamatan Siaga TBC menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat upaya eliminasi penyakit menular tersebut.
"Kita bersyukur daerah ini resmi memiliki Kecamatan Siaga TBC. Ini adalah upaya dalam mengeliminasi penyakit menular ini di Provinsi Gorontalo," kata Anang di Gorontalo, Kamis.
Penetapan Kecamatan Tilango sebagai Kecamatan Siaga TBC sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan TBC yang melibatkan masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang juga masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Karena itu, pemerintah pusat memastikan pelaksanaan program tidak hanya berjalan di tingkat kebijakan, tetapi benar-benar efektif hingga ke lapangan.
Kementerian Kesehatan, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program, sekaligus memberikan dukungan berupa peralatan, pendanaan, pembiayaan pemeriksaan, hingga penguatan peran kader di lapangan.
Dalam kunjungannya ke Gorontalo, Wamenkes juga mengaku terkesan dengan kolaborasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Kolaborasi tersebut terlihat dalam pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah terintegrasi dengan skrining TBC.
"Kami sangat terkesan dengan Gorontalo, sebab bukan hanya dari dinas kesehatan tetapi ada juga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ikut mengatur kalau ada warga yang tidak masuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) nya, sehingga jika tidak masuk, bisa langsung di aktif-kan, kemudian juga ada lintas sektor lainnya," katanya.
Menurut Benjamin, pemberantasan TBC tidak cukup hanya dengan memastikan pasien mendapatkan pengobatan. Pencegahan penularan harus menjadi perhatian utama agar mata rantai penyebaran penyakit tersebut dapat diputus.
Upaya eliminasi TBC, lanjut dia, membutuhkan pendekatan yang lebih luas, mulai dari pencegahan penularan, deteksi dini, perbaikan kondisi tempat tinggal, hingga keterlibatan berbagai sektor di luar bidang kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes bersama Wamendagri turut meninjau pelaksanaan Posyandu 6 SPM dan CKG yang terintegrasi dengan skrining TBC.
Peninjauan mencakup pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis penyakit dalam, spesialis gizi klinik dan spesialis anak. Selain itu, pelayanan juga diberikan kepada bayi, balita, anak-anak hingga ibu hamil.
Dengan ditetapkannya Kecamatan Tilango sebagai Kecamatan Siaga TBC, Gorontalo memperkuat komitmennya untuk mempercepat eliminasi TBC melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penemuan kasus secara dini, tetapi juga memperkuat pencegahan sehingga penularan TBC di masyarakat dapat ditekan dan target eliminasi TBC dapat tercapai.(antara)
Editor : Nur Fadilah