Tiga Madrasah di Gorontalo Dapat Kado Kemerdekaan, Resmi Terima Izin Operasional

Azis Manansang • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:51 WIB

 

Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. Mahmud Y. Bobihu menyerahkan  izin usai  upacara peringatan HUT RI berlangsung di halaman kantor Kanwail Kemenang Gorontalo.(F:Kemenag)
Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. Mahmud Y. Bobihu menyerahkan izin usai upacara peringatan HUT RI berlangsung di halaman kantor Kanwail Kemenang Gorontalo.(F:Kemenag)

Gorontalopost, GORONTALO – Tiga lembaga pendidikan Islam di Provinsi Gorontalo mendapat “kado” istimewa tepat pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Ketiganya resmi memperoleh izin operasional sehingga dapat menjalankan kegiatan pendidikan secara legal di bawah pembinaan Kementerian Agama.

Baca Juga: 666 Warga Binaan Gorontalo Dapat Remisi Kemerdekaan, Gusnar Ismail: Jangan Ada Lagi Stigma Negatif

Izin tersebut diserahkan Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. Mahmud Y. Bobihu setelah upacara peringatan HUT RI 

di halaman Kantor Wilayah Kemenag Gorontalo, Senin (17/8/2026). 

Penyerahan turut disaksikan Plt. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Hj. Fitriyani Humokor.

Tiga madrasah yang menerima legalitas itu adalah MTs Ulumul Qur'an Kota Gorontalo, MTs Al Irsyad Tengaran 10 Gorontalo, dan MI Al Qodiriyah. 

Dengan izin tersebut, ketiganya kini memiliki dasar hukum untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar sekaligus memberikan kelulusan kepada peserta didik sesuai regulasi pendidikan nasional.

Mahmud menyebut pemberian izin operasional di hari kemerdekaan memiliki makna lebih luas daripada sekadar seremoni. 

Menurutnya, kehadiran madrasah baru dapat menjadi  bagian dari ikhtiar memperbesar akses pendidikan Islam yang menanamkan karakter dan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda Gorontalo.

“Legalitas ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kami ingin madrasah-madrasah tersebut 

hadir sebagai ruang pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan anak-anak sekaligus memperkuat karakter dan nilai keagamaan mereka,” tutur Mahmud.

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi, Boalemo Kebanjiran Program Pusat, Sekolah hingga Kampung Nelayan Dapat Anggaran Besar

Ia juga meminta pengelola tiga madrasah tersebut terus berbenah dan mengikuti perkembangan pendidikan di era digital. 

Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan kecintaan terhadap bangsa.

“Jangan hanya mengejar pertumbuhan jumlah peserta didik. Yang lebih penting adalah kualitas. 

Madrasah harus mampu melahirkan anak-anak yang memiliki kemampuan akademik, kekuatan spiritual, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman dengan tetap berpegang pada jati diri bangsa,” tegasnya.

Kini, tiga madrasah tersebut memasuki babak baru. Dengan legalitas resmi dari Kemenag, ketiganya diharapkan mampu menjadi tambahan kekuatan 

bagi pengembangan pendidikan Islam sekaligus mencetak generasi Gorontalo yang berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.(Mg-03).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo HUT RI 17 Agustus madrasah Kemenag Gorontalo izin