Gempa NTT Jadi Duka Bersama, Kapolda Gorontalo Ajak Personel Berdoa dan Berdonasi

Azis Manansang • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:07 WIB

 

Suasana apel kemudian berubah menjadi penuh perenungan ketika doa lintas agama dipanjatkan.(F:hms-pol)
Suasana apel kemudian berubah menjadi penuh perenungan ketika doa lintas agama dipanjatkan.(F:hms-pol)

Gorontalopost, GORONTALO – Bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka bagi banyak pihak. 

Dari Gorontalo, kepedulian terhadap masyarakat terdampak ditunjukkan jajaran Polda Gorontalo melalui doa bersama lintas agama dan penggalangan bantuan.

Doa tersebut digelar setelah apel pagi yang dipimpin Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. 
Widodo, SH, MH. Wakapolda Gorontalo, jajaran Pejabat Utama hingga seluruh personel turut mengikuti kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh kekhidmatan.

Baca Juga: 15 Siswa Ikuti PJJ Gorontalo, Gusnar Siapkan Strategi Khusus untuk Jaring Anak Tidak Sekolah

Momen tersebut menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak 
mengenal perbedaan latar belakang. Perwakilan sejumlah agama ikut memanjatkan doa  untuk masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

Kapolda Gorontalo mengatakan musibah yang menimpa masyarakat NTT merupakan  persoalan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian bersama.

Ia mengajak seluruh  personel menjadikan doa sebagai bentuk dukungan moral bagi para korban.

“Di tengah situasi sulit seperti ini, doa menjadi salah satu bentuk dukungan yang bisa kita 

berikan. Semoga masyarakat NTT diberi perlindungan, kekuatan dan keselamatan, 
sementara

seluruh pihak yang membantu penanganan bencana juga diberi kesehatan,”  tutur Widodo.

Menurutnya, tugas Polri memiliki sisi kemanusiaan yang tidak boleh dipisahkan dari 
pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, kepedulian terhadap korban bencana harus menjadi bagian dari semangat pengabdian personel.

Baca Juga: Wamen Dikdasmen, Tinjau Program Presiden Prabowo Revitalisasi Pendidikan Gorontalo jadi Perhatian

Selain memanjatkan doa, Polda Gorontalo memberikan kesempatan kepada seluruh 
anggota untuk ikut meringankan beban korban melalui donasi sukarela.

Penggalangan  bantuan dilakukan tanpa menetapkan besaran sumbangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghimpun bantuan yang nantinya disalurkan 
melalui mekanisme yang telah ditentukan kepada masyarakat yang membutuhkan di  wilayah terdampak.

Widodo pun mengingatkan personelnya bahwa kepedulian tidak harus selalu diwujudkan 
melalui bantuan dalam jumlah besar. Hal terpenting adalah adanya ketulusan dan 
kemauan untuk hadir ketika sesama sedang menghadapi kesulitan.

“Mari kita tanamkan kepedulian itu dalam tindakan. Apa pun yang bisa kita sisihkan, jika dilakukan bersama dan dengan niat tulus, mudah-mudahan dapat membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata Kapolda.

Suasana apel kemudian berubah menjadi penuh perenungan ketika doa lintas agama  dipanjatkan.

Para personel menundukkan kepala, berharap masyarakat yang terdampak segera mendapat pertolongan dan mampu bangkit dari situasi sulit.

Bagi Polda Gorontalo, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda internal. Ini merupakan pesan bahwa pengabdian Polri juga hadir 

melalui solidaritas, empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
ntt korban gempa Gempa POLDA GORONTALO agama