Gorontalopost, GORONTALO – Warga di sejumlah wilayah Gorontalo ikut merasakan
guncangan gempa bumi yang terjadi di kawasan Teluk Tomini pada Minggu (23/8/2026) dini hari.
Gempa terjadi sekitar pukul 02.54.08 WIB dengan lokasi sumber gempa berada di wilayah Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah.
Gempa tersebut pada awalnya tercatat berkekuatan M5,4. Namun, setelah dilakukan
pemutakhiran parameter,
BMKG mencatat magnitudo gempa menjadi M5,1 dengan hiposenter berada pada kedalaman 96 kilometer.
Lokasi episenter berada di koordinat 0,26° LS dan 123,05° BT, atau sekitar 58 kilometer timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah.
Karena pusat gempa berada di laut, perhatian sempat tertuju pada kemungkinan
munculnya tsunami.
Namun, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Dampak getaran berbeda di sejumlah wilayah. Di Luwuk, gempa tercatat dirasakan pada skala III-IV MMI,
sedangkan masyarakat Kabupaten Gorontalo merasakan getaran pada skala II-III MMI.
Pada skala tersebut, getaran terasa jelas di dalam rumah dan menyerupai sensasi kendaraan berat melintas.
Menurut BMKG, karakteristik gempa menunjukkan bahwa peristiwa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang berkaitan dengan deformasi batuan di dalam lempeng.
Mekanisme sumbernya memperlihatkan adanya pergerakan naik (thrust fault).
Pemantauan BMKG hingga pukul 03.15.00 WIB belum menemukan adanya aktivitas
gempa susulan.
Kendati demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak panik, terutama dengan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai kabar yang sumbernya tidak jelas.
Setiap perkembangan terkait gempa maupun potensi bencana lainnya sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG seperti @infoBMKG, situs bmkg.go.id, dan InaTEWS.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang