Gorontalopost, GORONTALO — Bagaimana Gorontalo membangun ekonomi yang mandiri dan menghadirkan keadilan sosial menjadi pembahasan utama dalam dialog kebangsaan The Presnas Center.
Sebanyak 100 tokoh Gorontalo berkumpul di Ballroom Hotel Aston Gorontalo, Jumat (21/8/2026), untuk membicarakan tantangan pembangunan daerah.
Baca Juga: Cemburu Berujung Berdarah, Suami di Gorontalo Diduga Hujani Istri dengan 15 Tusukan
Kegiatan yang diselenggarakan Sumo Foundation itu mengangkat tema “26 Tahun
Provinsi Gorontalo:
Tantangan Menuju Kemandirian Ekonomi dan Keadilan Sosial serta Kepemimpinan yang Membawa Perubahan.”
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menilai forum tersebut
menjadi momentum penting
untuk mempertemukan data, pengalaman, dan gagasan dari berbagai pihak dalam melihat arah pembangunan Gorontalo.
Ia mengatakan Kabupaten Gorontalo tidak bisa dilepaskan dari agenda pembangunan Provinsi.
Dengan cakupan wilayah dan jumlah penduduk yang besar, daerah tersebut memiliki kontribusi penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Karena Kabupaten Gorontalo punya wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar, tentu kami harus ikut mengambil bagian.
Salah satunya dengan berbagi data yang dapat digunakan untuk melihat kondisi pembangunan secara lebih utuh,” ujar Sugondo.
Menurutnya, sejumlah persoalan mendasar masyarakat juga perlu mendapat perhatian serius, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian, perikanan, peternakan dan UMKM.
Baca Juga: Debit Air Menurun Saat Kemarau, Strategi Perumda Tirta Bolango Agar Warga Tak Kekurangan Air
Ia berharap berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut dapat diteruskan
menjadi bahan penyusunan kebijakan.
Dengan begitu, hasil dialog tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Yang kita bicarakan tentang penguatan ekonomi petani, nelayan, peternak dan pelaku UMKM harus menjadi masukan bagi pemerintah.
Dari sana kita bisa terus menyusun langkah yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Sugondo.
Dialog tersebut berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pimpinan pemerintah kabupaten dan kota se-Gorontalo, tokoh masyarakat, media hingga undangan lainnya.
Keberagaman peserta membuat forum tersebut menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai kondisi dan masa depan Provinsi Gorontalo.
Data dari daerah dipadukan dengan pandangan masyarakat untuk mencari arah pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Melalui forum ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang dapat memperkuat fondasi ekonomi Gorontalo
sekaligus menjawab tantangan pembangunan di tengah perjalanan 26 tahun provinsi tersebut.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang