Gorontalo Lirik Teknologi Johkasu Jepang untuk Limbah Rumah Sakit, Tim Ehime Segera Turun ke RS A

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:14 WIB

 

Gubernur Gusnar Ismail didampingi Direktur RS Ainun, Kadis PUPR dan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo meninjau percontohan teknologi IPAL di RS Pusat Otak Nasional Jakarta. Turut hadir Kanako Seki dari Janus dan pihak Ehime Prefektur.(F:Diskominfotik).
Gubernur Gusnar Ismail didampingi Direktur RS Ainun, Kadis PUPR dan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo meninjau percontohan teknologi IPAL di RS Pusat Otak Nasional Jakarta. Turut hadir Kanako Seki dari Janus dan pihak Ehime Prefektur.(F:Diskominfotik).

Gorontalopost, JAKARTA – Upaya Gorontalo membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern mulai memasuki tahap penjajakan teknologi. 

Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah mengkaji peluang penggunaan teknologi pengolahan air limbah asal Jepang untuk mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Dilansir Pemprov, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Direktur RSUD Ainun Habibie, Kepala Dinas PUPR dan Kepala Bappeda meninjau langsung sistem IPAL di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Pemkab Bone Bolango Komit Buka Keterisolasian Pinogu, Pembangunan jalan Harus Dikebut

Kunjungan tersebut turut melibatkan Kanako Seki dari Janus serta pihak Ehime Prefektur. 

Teknologi yang menjadi perhatian dalam peninjauan adalah Septiptank Johkasu Jepang  yang digunakan untuk mengolah air limbah rumah sakit.

Teknologi tersebut menarik perhatian karena memiliki sejumlah karakteristik yang dinilai  mendukung pengelolaan limbah secara berwawasan lingkungan. 

Sistem ini mengandalkan bakteri asli sebagai pengurai alami, disebut bebas pencemaran lingkungan, tidak berisiko mengalami korosi serta memiliki masa pakai yang panjang.

Keunggulan lainnya adalah kebutuhan ruang instalasi yang relatif kecil. Faktor tersebut  menjadi pertimbangan tersendiri untuk melihat kemungkinan penerapannya di fasilitas  kesehatan di Gorontalo.

Gagasan penerapan teknologi tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan kerja sama  antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Ehime Prefektur dalam skema city to city  collaboration. 

Pertemuan mengenai kerja sama tersebut sebelumnya dilakukan di Jepang pada Maret 2026.

Baca Juga: SK Kadin Pusat Terbit, Yuliandre Darwis Ditunjuk Jadi Karateker Kadin Gorontalo Jelang Musprov

Usai peninjauan, Pemprov Gorontalo bersama pihak terkait akan mendalami aspek teknis,  efektivitas dan keunggulan teknologi Johkasu. 

Kajian ini akan menjadi dasar untuk menentukan peluang penerapannya di Gorontalo.

Direktur RSUD Ainun Habibie dr. Fitriyanto mengatakan pihaknya mendukung rencana  tindak lanjut tersebut. 

Menurutnya, pengalaman penerapan teknologi di RS PON perlu dipelajari lebih jauh sebelum kemungkinan diadopsi di Gorontalo.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Tim Ehime akan diagendakan datang langsung ke RSUD  Ainun Habibie. 

Kunjungan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pihak-pihak terkait untuk melihat kebutuhan serta kemungkinan penerapan teknologi IPAL tersebut secara langsung.

Bagi Gorontalo, penjajakan teknologi ini bukan hanya soal modernisasi sistem pengolahan  limbah rumah sakit. 

Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi 

dan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Jepang RSUD Ainun Habibie IPAL Gusnar Ismail