Masuk Meja Fadli Zon, Usulan HB Jassin dan Aloei Saboe Jadi Pahlawan Nasional Masuki Tahap Pentin

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:53 WIB

 

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail didampingi Kepala Dinas Sosial dan Pencatatan Sipil Reflin Buata dan Kepala Bapppeda Wahyudin Katili saat diterima langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.(F:Diskominfotik)
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail didampingi Kepala Dinas Sosial dan Pencatatan Sipil Reflin Buata dan Kepala Bapppeda Wahyudin Katili saat diterima langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.(F:Diskominfotik)

Gorontalopost, JAKARTA – Harapan Gorontalo melihat dua tokoh terbaiknya menyandang gelar Pahlawan Nasional kini memasuki babak baru. 

Usulan untuk HB Jassin dan Prof. Dr. dr. Aloei Saboe secara resmi telah disampaikan Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Baca Juga: Dansat Brimob Gorontalo Buka Suara soal Isu Anggota Main Tambang di Pohuwato, Provos Turun Tangan

Dilansir Pemprov, dokumen pengusulan diserahkan dalam pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Gedung E, Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). 

Momen tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Pemprov Gorontalo dalam memperjuangkan pengakuan negara terhadap jasa kedua tokoh tersebut.

Posisi Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa,  dan Tanda Kehormatan (GTK) membuat penyerahan berkas tersebut memiliki arti strategis. 

Selanjutnya, dokumen akan menjalani rangkaian proses pemeriksaan sebelum diputuskan pada tingkat akhir.

Proses pengusulan sendiri tidak dibangun secara instan. Pemprov Gorontalo bersama  TP2GD telah melakukan penelitian sejarah, 

mengumpulkan dokumen persyaratan dan menggelar seminar nasional untuk memperkuat dasar pengajuan kedua tokoh tersebut.

Fadli Zon menjelaskan, setiap usulan gelar Pahlawan Nasional harus melewati proses  verifikasi administratif dan substantif. 

Setelah itu, Dewan Gelar akan melakukan pengkajian secara objektif dengan melibatkan sejarawan serta para ahli yang memiliki kompetensi terkait.

Baca Juga: Bukan Sekadar Laporan, Maryam Sofyan Puhi Minta Data PKK Jadi Dasar Program hingga Tingkat Desa

Hasil pengkajian tersebut nantinya menjadi rekomendasi Dewan Gelar yang disampaikan  kepada Presiden RI. 

Keputusan akhir mengenai pemberian gelar Pahlawan Nasional berada di tangan Presiden.

HB Jassin dan Aloei Saboe memiliki latar perjuangan yang berbeda. Jassin dikenal sebagai  tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia, 

sedangkan Aloei Saboe mendedikasikan pengabdiannya pada bidang medis dan kesehatan di tengah periode perjuangan bangsa.

Pengusulan keduanya sekaligus ingin menegaskan bahwa pengabdian kepada Indonesia memiliki banyak bentuk. 

Perjuangan dapat diwujudkan melalui pemikiran, literasi, ilmu pengetahuan maupun pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pemprov Gorontalo berharap proses tersebut berjalan sesuai ketentuan hingga 
menghasilkan keputusan terbaik. 

Jika nantinya disetujui, gelar tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan Gorontalo, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi nasional bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
hb jassin ALOEI SABOE PEMPROV GORONTALO Fadli Zon Pahlawan Nasional