Tradisi Keagamaan Picu Kenaikan Harga Telur Ayam di Gorontalo

Nur Fadilah • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:49 WIB
Pedagang telur Lapak Aisyah di Gorontalo, Putri Hasan saat mengatur pemesanan telur pelanggan, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Faradila Alim)
Pedagang telur Lapak Aisyah di Gorontalo, Putri Hasan saat mengatur pemesanan telur pelanggan, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Faradila Alim)

 
GORONTALOPOST
-Meningkatnya kebutuhan telur ayam untuk berbagai keperluan tradisi keagamaan turut memicu kenaikan harga komoditas tersebut di Gorontalo. Lonjakan permintaan terutama terjadi menjelang pelaksanaan tradisi walima yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di daerah tersebut.

Pedagang telur di Lapak Aisyah Gorontalo, Putri Hasan, mengatakan harga telur campur saat ini mencapai Rp56 ribu per bak. Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp41 ribu hingga Rp50 ribu per bak.

“Kalau ada acara keagamaan, penjualan bisa sampai 400 bak per hari. Kalau hari biasa sekitar 50 sampai 80 bak,” kata Putri, Selasa.

Menurut Putri, lonjakan permintaan biasanya terjadi ketika pelaksanaan tradisi walima yang menjadi salah satu tradisi masyarakat Gorontalo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut umumnya dilaksanakan pada periode 25-31 September.

Telur campur sendiri merupakan telur ayam dengan berbagai ukuran yang dikemas dalam satu bak tanpa melalui proses penyortiran berdasarkan keseragaman ukuran.

Jenis telur ini banyak diminati pedagang karena masih dapat disortir kembali untuk kemudian dijual berdasarkan ukuran. Kondisi tersebut membuat telur campur dinilai lebih menguntungkan bagi pedagang yang menjualnya kembali kepada konsumen.

“Biasanya pedagang mengambil 50 sampai 100 bak. Kalau telur campur lebih menguntungkan karena bisa dijual kembali sesuai ukurannya,” ujarnya.

Putri menjelaskan, peningkatan permintaan dalam jumlah besar pada momentum tertentu turut memengaruhi harga telur. Pasalnya, pasokan dari peternak tidak selalu dapat langsung mengikuti lonjakan kebutuhan yang terjadi dalam waktu singkat.

Lapak Aisyah sendiri melayani penjualan telur ayam lokal secara partai maupun eceran. Harga yang ditawarkan mengacu pada harga telur di tingkat kandang.

Sebagian pasokan telur berasal dari kandang milik sendiri yang berada di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo. Dari lokasi tersebut, telur kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo.

Untuk mendukung distribusi, Lapak Aisyah mengandalkan lima unit kendaraan canvass yang digunakan untuk menyalurkan telur kepada para pelanggan dan pedagang.

Putri memperkirakan harga telur masih berpotensi mengalami kenaikan menjelang akhir tahun apabila permintaan kembali meningkat. Karena itu, ia menilai ketersediaan pasokan perlu terus dijaga agar lonjakan kebutuhan tidak semakin menekan harga di tingkat perdagangan.

“Pasokan harus tetap dijaga supaya ketika permintaan meningkat, harga telur tidak semakin naik,” katanya.(antara)

Editor : Nur Fadilah
Harga telur telur ayam