Walima Bubohu Gorontalo Bukan Sekadar Maulid, Panggung Budaya dan Pesona Wisata

Azis Manansang • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:34 WIB

 

Tokoh masyarakat Bongo, Andi.K. Ma
Tokoh masyarakat Bongo, Andi.K. Ma'aruf,(F:dok)

Gorontalopost, GORONTALO — Jika biasanya perayaan Maulid Nabi identik dengan kegiatan keagamaan, suasana berbeda terasa di Desa Bubohu, Bongo, Kabupaten Gorontalo. 

Tradisi Walima yang digelar Minggu (30/8/2026) bukan hanya menjadi ruang bagi masyarakat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi panggung budaya dan daya tarik wisata.

Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Pohuwato Berujung Penahanan, PNS AA Alias U Jadi Tersangka

Ribuan pengunjung diperkirakan berdatangan ke Desa Bubohu. Kehadiran Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi turut menambah semarak perayaan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut.

Tokoh masyarakat Bongo, Andi.K. Ma'aruf, menjelaskan salah satu pemandangan yang paling dinanti dalam tradisi Walima adalah arak-arakan tolangga. 

Ratusan tolangga akan dihias dengan aneka makanan sebelum dibawa secara beriringan menuju Masjid AT-Taqwa.

“Sejak pagi, masyarakat mulai mengarak tolangga yang berukuran besar ke Masjid AT-Taqwa. Setelah sampai, seluruh rangkaian tersebut dilanjutkan dengan doa bersama,” jelas Andi.

Bagi Andi yang juga merupakan pengelola Taman Wisata Religius Bubohu, nilai utama Walima justru terasa dari interaksi antara warga dan pengunjung. 

Rumah-rumah warga menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang datang untuk menikmati makanan khas yang disiapkan masyarakat.

“Kehadiran tamu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga. Kolombengi disediakan hampir di setiap rumah dan ditawarkan kepada pengunjung untuk disantap, bahkan boleh dibawa pulang,” tuturnya.

Tradisi tersebut membuat Walima Bubohu memiliki wajah yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi sekaligus membuka ruang bagi wisatawan untuk merasakan langsung keramahan dan budaya lokal.

Baca Juga: Penutupan HUT RI ke-81 di Wonosari, Wabup Boalemo Sikapi Kekeringan, Bawa Kabar Perbaikan 4 Jembata

Andi menambahkan, kunjungan ke Bubohu juga dapat dilengkapi dengan menikmati objek wisata religi yang berada di kawasan tersebut. 

Wisatawan bisa melihat Wombohe, kolam, hingga ratusan burung merpati yang menjadi bagian dari suasana khas kawasan wisata itu.

Setelah menikmati tradisi Walima dan wisata religi, perjalanan dapat dilanjutkan ke Pantai Dulanga. 

Panorama pantai menjadi daya tarik lain yang membuat Desa Bubohu semakin potensial sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan religi.

“Karena itu, pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan Walima. Mereka juga bisa menikmati suasana wisata religi Bubohu sekaligus panorama Pantai Dulanga,” pungkas Andi.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo walimah Bubohu Desa Bongo Maulid Nabi Muhammad SAW