Bantuan Sembako Bantu Pelaku UMKM Gorontalo Tambah Stok dan Pertahankan Usaha

Nur Fadilah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 12:08 WIB
155 pelaku UMKM yang menjadi penerima bantuan program pemerintah provinsi Gorontalo untuk membantu perputaran ekonomi pelaku usaha di kabupaten Gorontalo, Minggu, (31/8/2026) (ANTARA/Faradila Alim)
155 pelaku UMKM yang menjadi penerima bantuan program pemerintah provinsi Gorontalo untuk membantu perputaran ekonomi pelaku usaha di kabupaten Gorontalo, Minggu, (31/8/2026) (ANTARA/Faradila Alim)

 

GORONTALOPOST – Kondisi daya beli masyarakat yang menurun turut dirasakan para pelaku usaha kecil di Kabupaten Gorontalo. Di tengah pembeli yang semakin berkurang, bantuan Program Pengembangan UMKM menjadi salah satu penopang bagi pelaku usaha untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis mereka.

Salah satunya dirasakan Harun Hasan, pemilik kios di Desa Tuladenggi, Kabupaten Gorontalo. Kios yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari tersebut menjadi salah satu tumpuan Harun untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih sulit.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu karena kondisi ekonomi lumayan susah dan pembeli kurang," katanya usai menerima bantuan di Kabupaten Gorontalo, Senin.

Harun mengungkapkan, menurunnya jumlah pembeli berdampak langsung terhadap pendapatan kiosnya. Dalam kondisi tertentu, pendapatan yang diperoleh dari usaha tersebut bahkan hanya sekitar Rp50 ribu per hari.

Situasi tersebut membuat pelaku usaha seperti Harun harus mampu mempertahankan stok barang sekaligus mengatur modal agar kios tetap bisa beroperasi.

Dalam program bantuan tersebut, Harun menerima sejumlah kebutuhan pokok untuk menambah persediaan barang dagangan. Bantuan yang diterimanya terdiri atas delapan bungkus mi instan, gula putih sebanyak 18 kilogram, minyak kelapa 22 liter, serta susu sebanyak 14 kaleng.

Menurut Harun, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat langsung dimanfaatkan sebagai tambahan stok dagangan tanpa harus mengeluarkan seluruh modal usaha yang dimilikinya.

"Ini sangat membantu untuk menambah barang di kios. Mudah-mudahan usaha tetap jalan dan pembeli kembali ramai," ujar dia.

Bagi Harun, tambahan stok tersebut bukan sekadar bantuan barang dagangan. Dukungan itu menjadi kesempatan untuk menjaga agar kiosnya tetap bertahan sampai kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat kembali membaik.

Ia berharap bantuan serupa dapat membantu para pelaku UMKM mempertahankan usahanya sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan ketika aktivitas ekonomi masyarakat mulai kembali bergairah.

Bantuan yang diterima Harun merupakan bagian dari Program Pengembangan UMKM yang disalurkan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo.

Pada 2026, Diskumperindag Gorontalo menyiapkan bantuan usaha senilai Rp992,5 juta bagi 397 pelaku UMKM. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap kepada para pelaku usaha yang telah memenuhi tahapan pengusulan, verifikasi, hingga pengecekan lapangan.

Pada tahap pertama, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyalurkan bantuan kepada 155 pelaku UMKM. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung di Kantor Camat Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi pelaku UMKM yang menghadapi tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Dengan tambahan modal berupa barang dagangan, pelaku usaha diharapkan mampu menjaga aktivitas usahanya tetap berjalan hingga kondisi perekonomian kembali membaik.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
kios UMKM