77 Kebakaran Lahan Terjadi di Gorontalo, Bone Bolango Paling Rawan

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:19 WIB

 

 

BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD kabupaten/kota terus memperkuat penanganan 
di lapangan bersama masyarakat dan aparat TNI Polri ikut bahu membahu memadamkan api.(F:BPBD)
BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD kabupaten/kota terus memperkuat penanganan di lapangan bersama masyarakat dan aparat TNI Polri ikut bahu membahu memadamkan api.(F:BPBD)

Gorontalopost, GORONTALO – Kebakaran lahan menjadi ancaman yang terus 
menghantui Provinsi Gorontalo. 

Dalam rentang waktu sekitar satu setengah bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat 77 kejadian kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

Data Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi  Gorontalo menunjukkan, puluhan kejadian tersebut tercatat sejak 25 Juli hingga 6  September 2026. 

Baca Juga: Cabai Rawit Melejit di Pasar Talumopatu, Naik Rp18 Ribu Jadi Rp130 Ribu per Kg

Kondisi ini menjadi peringatan agar masyarakat semakin waspada  terhadap potensi 
munculnya titik api, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan mudah terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi melalui Kepala Bidang 
Kedaruratan dan Logistik, Hifny Tegela, menyebut angka tersebut harus menjadi perhatian  bersama. 

Menurutnya, kelalaian kecil dalam penggunaan api dapat memicu kebakaran yang lebih  luas ketika diperburuk kondisi lahan yang kering dan tiupan angin.

“Catatan kejadian ini menunjukkan bahwa kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Kami  mengingatkan masyarakat

agar menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan api,  karena dalam kondisi kering, api kecil sekalipun dapat cepat menjalar,” kata Hifny, Senin  (7/9/2026).

Dari total 77 kejadian tersebut, Kabupaten Bone Bolango menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 33 kejadian. 

Baca Juga: Polemik Rumah Jawatan Gorontalo Memanas, Adhan Dambea Siapkan Laporan ke Mabes Polri soal Pernyata

Kabupaten Gorontalo berada di urutan berikutnya dengan 23 kejadian, disusul Kota 
Gorontalo sebanyak 12 kejadian.

Sementara itu, Kabupaten Gorontalo Utara mencatat tujuh kejadian, Kabupaten Boalemo  dua kejadian, 

sedangkan Kabupaten Pohuwato tidak mencatat kejadian kebakaran lahan selama periode  tersebut.

Dalam menghadapi kejadian kebakaran lahan, BPBD Provinsi Gorontalo tidak bekerja  sendiri. 

Penanganan dilakukan melalui koordinasi bersama BPBD kabupaten/kota, Dinas 
Pemadam Kebakaran, serta unsur TNI/Polri. 

Sinergi lintas instansi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus 
mencegah api merembet ke wilayah yang lebih luas.

Hifny menegaskan, kecepatan laporan dan respons di lapangan menjadi bagian penting  dalam penanganan kebakaran lahan. 

“Begitu ada informasi mengenai titik api, koordinasi harus segera bergerak. Karena itu,  keterlibatan seluruh unsur 

dan kecepatan respons sangat menentukan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih  besar,” jelasnya.

BPBD juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar lahan. 

Jika aktivitas tertentu mengharuskan penggunaan api, masyarakat diminta memastikan api  telah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api  atau kebakaran lahan. 

Langkah cepat dari masyarakat dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan  sebelum api meluas.

Hingga 6 September 2026, kejadian terbaru yang tercatat Pusdalops PB berada di Desa  Tinelo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. 

Penanganannya melibatkan BPBD Provinsi Gorontalo, BPBD Kabupaten Gorontalo, 
Damkar, serta TNI/Polri.

Dengan jumlah yang telah mencapai 77 kejadian, BPBD Provinsi Gorontalo menilai 
ancaman kebakaran lahan tidak boleh dianggap sepele. 

Kesiapsiagaan petugas harus dibarengi kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya  titik api sejak awal.

Rincian kebakaran lahan di Provinsi Gorontalo, 25 Juli–6 September 2026:

Kabupaten Bone Bolango: 33 kejadian

Kabupaten Gorontalo: 23 kejadian

Kota Gorontalo: 12 kejadian

Kabupaten Gorontalo Utara: 7 kejadian

Kabupaten Boalemo: 2 kejadian

Kabupaten Pohuwato: 0 kejadian

Total: 77 kejadian. (Ris).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Provinsi Gorontalo bpbd gorontalo kebakaran lahan Bencana Alam