Idah Syahidah Warning Pengelola SPPG MBG Usai Enam Siswa Pulubala Mengeluh

Azis Manansang • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:07 WIB

 

Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, IdahIdah Syahidah Rusli Habibie, langsung melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.(F:Diskominfotik)
Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, IdahIdah Syahidah Rusli Habibie, langsung melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.(F:Diskominfotik)

Gorontalopost, GORONTALO — Laporan enam siswa SDN 11 Pulubala yang mengalami keluhan kesehatan mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.

Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah langsung melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Kamis (10/9/2026). 

SPPG yang dikelola di bawah Yayasan Rumah Inovasi Madani tersebut setiap harinya menangani sekitar 2.110 porsi program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga: Tujuh Proyek Jalan Dana PEN di Kabupaten Gorontalo Masuk Penyidikan Polda

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan proses pengelolaan makanan berjalan sesuai standar. 

Namun, Idah menegaskan bahwa keluhan kesehatan yang dialami enam siswa tersebut belum bisa langsung dikaitkan dengan makanan MBG.

Menurut dia, pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama BPOM Provinsi Gorontalo. 

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab sebenarnya sebelum pemerintah mengambil kesimpulan.

Menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut berupa nasi, telur ceplok saus kecap, sayur wortel menggunakan laksa tahu, dan buah apel. 

Namun, dari informasi sekolah, beberapa siswa sebelumnya juga sempat mengonsumsi makanan dari kantin sekolah, sementara sebagian lainnya tidak sempat sarapan dari rumah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu informasi yang diperhitungkan dalam proses pemeriksaan. 

Karena itu, Idah meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk mengetahui apakah keluhan siswa benar-benar berkaitan dengan MBG atau dipengaruhi faktor lainnya.

Baca Juga: Pemkab dan DPRD Gorontalo Sepakati KUA-PPAS 2027, Sofyan Puhi: Anggaran Masih Dinamis

Di sisi lain, Idah memberikan peringatan kepada seluruh pengelola SPPG di Gorontalo agar tidak mengendurkan pengawasan. 

Menurutnya, program MBG memiliki perhatian publik yang besar sehingga setiap tahapan pengelolaan makanan harus dijalankan secara disiplin.

Mulai dari pemilihan bahan makanan, proses memasak, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi kepada penerima manfaat harus dikontrol. 

Kepala SPPG dan mitra juga diminta memastikan langsung pelaksanaan di lapangan sesuai standar yang berlaku.

Idah turut meminta ahli gizi memperkuat sistem pencatatan menu. Setiap menu mingguan harus terdokumentasi, termasuk laporan dan perhitungan angka kecukupan gizi, sehingga kualitas makanan yang diberikan dapat dipastikan secara terukur.

Satgas MBG Provinsi Gorontalo akan melanjutkan pengawasan dan evaluasi terhadap SPPG. 

Idah berharap laporan yang muncul tidak hanya ditangani setelah kejadian, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk mencegah persoalan serupa.

Untuk kondisi siswa, Puskesmas Pulubala telah memberikan observasi, penanganan dan obat. 

Seluruh siswa yang sebelumnya mengalami keluhan dilaporkan telah pulih dan diperbolehkan pulang pada Rabu (9/9/2026) pukul 14.10 WITA.

Sampai saat ini, Dinas Kesehatan dan BPOM Provinsi Gorontalo masih melakukan pemeriksaan. Hasil laboratorium akan menjadi penentu untuk memastikan sumber keluhan kesehatan yang dialami para siswa tersebut.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Makan Bergizi Gratis (MBG) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie SPPG dan dapur MBG Mbg