Gorontalopost, GORONTALO — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.
Kondisi kemarau yang masih terjadi membuat lahan kering lebih mudah terbakar apabila masyarakat tidak berhati-hati.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, meminta masyarakat di seluruh wilayah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Excavator Terjebak di Lubang Air Diamankan Polisi, Telusuri Dugaan untuk PETI Hulawa Pohuwato
Menurutnya, kondisi kering dapat membuat api cepat membesar dan menyebar, khususnya pada wilayah yang dipenuhi semak, vegetasi kering, perkebunan dan lahan terbuka.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api secara sembarangan. Kebiasaan membakar sampah di area terbuka
hingga membuka lahan dengan metode pembakaran berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
“Selama kemarau, api harus benar-benar diawasi. Jangan sampai aktivitas sederhana seperti membakar sampah
justru menjadi awal kebakaran yang kemudian merembet karena kondisi lahan kering dan tiupan angin,” ujar Rusli.
Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan peran pemerintah, aparat dan masyarakat secara bersamaan.
Warga menjadi pihak yang berada paling dekat dengan lingkungan sehingga diharapkan segera memberikan informasi apabila melihat asap, titik api atau kebakaran.
Baca Juga: Lapas Perempuan Gorontalo Digeledah Gabungan Polisi, TNI dan BNN, 66 Warga Binaan Menempati 12 Ka
Pelaporan sedini mungkin memungkinkan petugas melakukan penanganan dengan lebih cepat. Langkah tersebut sekaligus dapat mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.
Di sisi lain, BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD di kabupaten/kota terus melakukan pemantauan.
Kesiapsiagaan juga diperkuat dengan melibatkan unsur pemadam kebakaran, kepolisian dan instansi terkait lainnya.
Masyarakat juga diminta memperhatikan hal-hal kecil yang berpotensi memicu api, seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Setelah menggunakan sumber api, warga diminta memastikan tidak ada bara yang masih menyala.
“Menjaga agar api tidak muncul jauh lebih penting daripada menangani kebakaran yang sudah meluas.
Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan selama kemarau,” kata Rusli.(Ris).
Editor : Azis Manansang