GORONTALOPOST -Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, terus memperluas edukasi demokrasi dengan menyasar lingkungan pendidikan, khususnya sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi demokrasi sekaligus mendorong pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba mengatakan, penguatan literasi kepemiluan tersebut dilakukan melalui konsolidasi demokrasi bersama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Gorontalo.
"Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan," kata Alexander di Limboto, Minggu.
Menurutnya, pihak sekolah menyambut baik kedatangan Bawaslu Kabupaten Gorontalo. Bahkan, jajaran Bawaslu diterima langsung oleh para guru dan tenaga pendidik MAN 2 Kabupaten Gorontalo.
"Alhamdulillah pihak sekolah menyambut kami dengan baik, bahkan diterima langsung oleh para guru dan tenaga pendidik MAN 2 Kabupaten Gorontalo," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kabupaten Gorontalo juga menjajaki rencana kerja sama melalui memorandum of understanding (MoU) dengan MAN 2 Kabupaten Gorontalo.
Kerja sama itu diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai demokrasi dan kepemiluan, sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam pengawasan partisipatif.
Alexander menjelaskan, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran demokrasi. Terlebih, siswa SMA dan sederajat sebagian di antaranya merupakan pemilih pemula yang perlu mendapatkan pemahaman mengenai hak, tanggung jawab, serta pentingnya berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Melalui kolaborasi dengan lingkungan pendidikan, Bawaslu berharap nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan dapat dikenalkan sejak dini secara lebih dekat dengan kehidupan siswa.
Selain memberikan edukasi, konsolidasi demokrasi tersebut juga menjadi ruang bagi Bawaslu Kabupaten Gorontalo untuk mendengarkan berbagai masukan, kritik, dan saran dari pihak sekolah.
Masukan dari lingkungan pendidikan dinilai penting untuk melihat berbagai hal yang masih perlu diperbaiki dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Hal tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan pada masa mendatang.
Melalui dialog bersama pihak sekolah, Bawaslu Kabupaten Gorontalo berupaya membangun pemahaman demokrasi yang lebih luas sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat, terutama generasi muda.
Kolaborasi dengan lingkungan pendidikan diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan pengawasan partisipatif secara berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo.(antara)
Editor : Nur Fadilah