Gorontalopost, GORONTALO — Pelantikan enam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo bukan sekadar seremoni pergantian struktur.
Di balik pengucapan sumpah dan penyerahan pataka, Ketua Caretaker Kadin Gorontalo Yuliandre Darwis menyisipkan pesan keras: lima tahun ke depan adalah masa pembuktian.
Para pengurus yang baru dilantik kini memegang amanah sekaligus membawa nama besar Kadin di daerah masing-masing.
Yuliandre mengingatkan, jabatan yang disandang bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab yang akan diuji melalui kerja nyata.
Baca Juga: Kuasa Hukum Beberkan Kronologi Insiden RS Sitti Khadijah Gorontalo,Berujung Dugaan Perusakan dan Anc
Menurutnya, masa lima tahun kepengurusan cukup panjang untuk memperlihatkan apakah organisasi benar-benar bergerak memperjuangkan kepentingan dunia usaha atau justru berhenti pada urusan jabatan dan atribut organisasi.
“Mulai hari ini, nama besar Kadin dan keberhasilan organisasi ada di tangan para pengurus yang dilantik.
Amanah tersebut harus dibuktikan melalui kerja, bukan hanya seremoni,” tegas Yuliandre saat pelantikan enam Kadin kabupaten/kota di Gorontalo.
Ia menegaskan, setelah pataka berpindah tangan dan struktur kepengurusan terbentuk, justru pertarungan sesungguhnya baru dimulai.
Para pengurus akan dituntut menunjukkan program yang mampu menjawab persoalan dunia usaha di wilayah masing-masing.
Yuliandre bahkan mengingatkan bahwa selama lima tahun masa jabatan, kinerja para pengurus akan menjadi perhatian publik.
Baca Juga: Konsolidasi Kadin Gorontalo Diperkuat, Enam Pengurus Daerah Resmi Dikukuhkan
Ketika organisasi tidak mampu menunjukkan hasil, kritik terhadap pengurus pun tidak dapat dihindari.
“Selama periode lima tahun ini, nama setiap pengurus tentu akan menjadi perhatian.
Kalau kerja organisasi tidak menghasilkan bukti, kritik publik bisa muncul dan bahkan dapat berkembang menjadi bahan olok-olok maupun hoaks,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi sinyal agar Kadin tidak terjebak dalam rutinitas internal.
Banyaknya rapat, agenda organisasi, maupun seremoni tidak otomatis menunjukkan keberhasilan apabila tidak berujung pada manfaat nyata bagi pelaku usaha.
Persoalan yang menanti pun tidak ringan. Kadin dituntut ikut mendorong terciptanya iklim investasi, memperluas akses pasar, memperkuat pelaku usaha lokal, membuka kemitraan, hingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, enam kepengurusan Kadin kabupaten/kota harus mampu membaca persoalan ekonomi di wilayah masing-masing.
Karakter daerah boleh berbeda, tetapi garis perjuangannya tetap sama: memperkuat dunia usaha dan ikut menggerakkan perekonomian Gorontalo.
Bagi Yuliandre, reputasi organisasi tidak dibangun dari nama besar semata. Citra Kadin akan tumbuh ketika pengurus mampu menghadirkan program konkret,
membangun komunikasi dengan pemerintah, membuka peluang kemitraan, serta memperjuangkan kepentingan dunia usaha.
Sebaliknya, ketika organisasi hanya sibuk di lingkaran internal tanpa capaian yang dapat diukur, sorotan publik akan datang dengan sendirinya.
Kini seremoni pelantikan telah selesai. Pataka telah diserahkan, struktur telah terbentuk, dan masa kerja lima tahun telah dimulai.
Tantangan berikutnya jauh lebih berat, membuktikan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar titel, tetapi mandat untuk bekerja.
Sebab, pada akhirnya, publik tidak hanya akan mengingat siapa yang dilantik. Publik akan melihat apa yang mereka kerjakan dan apa yang berhasil mereka buktikan selama lima tahun ke depan. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang