Gorontalopost, GORONTALO — Ada satu persoalan yang ingin dibawa Fauzan Fadel Muhammad ke arena Musyawarah Provinsi (Musprov) V KADIN Gorontalo, pengusaha lokal jangan terus menjadi penonton ketika proyek pemerintah masuk ke daerah sendiri.
Calon Ketua Umum KADIN Gorontalo tersebut menilai masih terdapat pekerjaan besar untuk memastikan perusahaan lokal memperoleh akses lebih luas terhadap berbagai proyek dan program pemerintah.
Baca Juga: Yuliandre Darwis Ultimatum Pengurus Kadin Gorontalo, Buktikan Kerja, Bukan Sekadar Jabatan
Namun, sebelum mendorong agenda eksternal, Fauzan mengatakan KADIN harus terlebih dahulu membenahi rumahnya sendiri.
Organisasi harus memiliki struktur, keanggotaan, dan kaderisasi yang kuat agar mampu menjalankan fungsi sebagai wadah dunia usaha.
“Yang dibutuhkan Gorontalo adalah rumah besar bagi seluruh pelaku usaha. KADIN harus menjadi tempat bersama bagi dunia usaha sekaligus organisasi yang benar-benar memberikan manfaat,” ujar Fauzan.
Ia mengatakan KADIN Gorontalo baru kembali aktif secara keanggotaan pada Mei 2026. Karena itu, penguatan organisasi dinilai menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda.
Menurut Fauzan, pembenahan internal bukan berarti KADIN harus berhenti pada urusan administrasi. Setelah fondasi organisasi diperkuat, KADIN harus bergerak keluar dan menciptakan manfaat konkret bagi pelaku usaha.
Salah satu persoalan yang menurutnya perlu segera dijembatani adalah kesenjangan antara banyaknya program pemerintah dengan kemampuan perusahaan lokal untuk terlibat langsung.
Program Kampung Nelayan Merah Putih, distribusi perangkat teknologi, serta berbagai program strategis pemerintah lainnya, menurut Fauzan, seharusnya dapat menjadi peluang bagi perusahaan Gorontalo untuk tumbuh.
Namun peluang tersebut tidak akan otomatis datang kepada pengusaha lokal. Menurutnya, diperlukan organisasi yang mampu menghubungkan kebutuhan pemerintah dengan kapasitas perusahaan daerah.
Baca Juga: Kuasa Hukum Beberkan Kronologi Insiden RS Sitti Khadijah Gorontalo,Berujung Dugaan Perusakan dan Anc
“Peran KADIN harus menjadi penghubung agar perusahaan Gorontalo memiliki kesempatan masuk sebagai vendor. Jangan hanya menjadi pihak yang berada di belakang pekerjaan,” katanya.
Sorotan Fauzan kemudian mengarah pada posisi pengusaha lokal dalam pengerjaan proyek pemerintah.
Ia mengaku melihat masih banyak perusahaan Gorontalo yang hanya berstatus subkontraktor dari perusahaan yang memperoleh pekerjaan secara langsung.
Ia pun menyampaikan kritik terhadap kondisi tersebut.
“Kalau pekerjaannya berlangsung di Gorontalo, jangan sampai yang mengerjakan selalu perusahaan dari luar. Pengusaha daerah harus diberi ruang untuk menjadi pemain utama,” ujarnya.
Fauzan mengatakan pengalamannya sebagai mitra pemerintah dan vendor dalam sejumlah program kementerian membuatnya melihat persoalan tersebut dari dekat.
Menurut pengamatannya, perusahaan Gorontalo yang memperoleh posisi sebagai vendor langsung pemerintah masih belum banyak.
Sebaliknya, sebagian pelaku usaha daerah lebih sering berada di bawah perusahaan lain sebagai subkontraktor.
Bagi Fauzan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa KADIN harus diperkuat. Organisasi pengusaha harus mampu membuka akses pasar, memperluas jejaring bisnis, serta mempertemukan pelaku usaha dengan peluang kerja sama yang tersedia.
Ia juga menegaskan bahwa kiprahnya di KADIN tidak diarahkan sebagai batu loncatan menuju politik praktis. Fauzan mengatakan dunia usaha menjadi fokus yang ingin dibangunnya.
“Saat ini saya tidak memiliki minat untuk masuk politik. Saya ingin fokus menjadi pengusaha yang berkembang besar dan mampu memberikan dampak bagi daerah,” katanya.
Fauzan menyebut sejumlah pengusaha asal Gorontalo yang berhasil membawa bisnis mereka hingga tingkat nasional sebagai contoh.
Ia ingin pengusaha muda daerah memiliki keberanian untuk berkembang lebih besar dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi Gorontalo.
Karena itu, ia memastikan tetap bertahan dalam kontestasi Musprov hingga keputusan akhir.
“Perjuangan Fauzan Fadel tidak berhenti di tengah jalan. Saya akan tetap berjuang sampai akhir,” tegasnya.
Musprov V KADIN Gorontalo akhirnya tidak hanya menjadi pertarungan perebutan kepemimpinan organisasi.
Forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperdebatkan arah KADIN dalam lima tahun mendatang.
Di satu sisi ada kebutuhan membangun fondasi organisasi. Di sisi lain terdapat tuntutan agar KADIN mampu membuka pintu yang lebih lebar bagi pengusaha lokal untuk masuk ke pasar, proyek, dan program pemerintah.
Bagi Fauzan, ukuran keberadaan KADIN pada akhirnya bukan sekadar seberapa kuat struktur organisasi berdiri, melainkan seberapa lebar pintu peluang yang mampu dibukanya bagi dunia usaha Gorontalo. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang