Alumni KNPI Gorontalo Resmi Dilantik, Gusnar Ismail Buka Peta Peluang Ekonomi untuk Daerah

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:56 WIB
Pengurus DPD Korps Alumni KNPI Gorontalo resmi dilantik oleh Ketua DPP Korps Alumni KNPI Dr. M. Azis Syamsudin di Aula Rumah Jabatan Gubernur, (F:istimewa)
Pengurus DPD Korps Alumni KNPI Gorontalo resmi dilantik oleh Ketua DPP Korps Alumni KNPI Dr. M. Azis Syamsudin di Aula Rumah Jabatan Gubernur, (F:istimewa).

Gorontalopost, GORONTALO – Pelantikan DPD Korps Alumni KNPI Provinsi Gorontalo Masa Bhakti 2026–2029 tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepengurusan. 

Di hadapan jajaran pengurus yang baru dilantik, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat pembangunan dan menangkap peluang ekonomi di daerah.

Pengurus DPD Korps Alumni KNPI Gorontalo resmi dilantik oleh Ketua DPP Korps Alumni KNPI Dr. M. Azis Syamsudin di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Minggu (21/9/2026). 

Baca Juga: Patroli Malam Berujung Penanganan Karhutla, Lahan 150 Meter Persegi Terbakar di Bone Bolango

Acara tersebut dihadiri Gusnar Ismail, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, organisasi, dan tokoh masyarakat.

Gusnar mengajak Korps Alumni KNPI menjadikan organisasi tersebut sebagai bagian dari kekuatan yang ikut menggerakkan perekonomian daerah. 

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan maupun keterbatasan fiskal.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mengubah berbagai potensi daerah menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas. 

Karena itu, Gusnar meminta Alumni KNPI ikut melihat peluang yang muncul seiring perkembangan ekonomi Gorontalo.

“Ke depan, mari kita bangun kemitraan yang lebih kuat dengan pemerintah daerah. Dengan langkah yang searah, kita bisa bersama-sama mendorong pembangunan Gorontalo agar semakin maju,” ungkap Gusnar.

Ia mencontohkan perkembangan ekonomi Gorontalo yang tetap menunjukkan pertumbuhan meskipun kapasitas fiskal daerah terbatas. 

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Gorontalo tercatat 6,7 persen. Angka tersebut kemudian mencapai 7,68 persen pada triwulan I 2026 dan 6,62 persen pada triwulan II 2026.

Baca Juga: Teriakan Korban Bikin Pelaku Pencurian Tak Berkutik, Warga Wonosari Berhasil Mengamankan Pemuda 23 T

Gusnar menilai kondisi itu memperlihatkan adanya kontribusi berbagai sektor terhadap aktivitas ekonomi. 

Selain program pemerintah, APBN dan sektor swasta disebut turut memainkan peran dalam menjaga pergerakan daya beli masyarakat.

Atas dasar itu, Gusnar mendorong Alumni KNPI untuk memperluas cara pandang terhadap pembangunan. 

Tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga aktif membaca potensi investasi dan peluang usaha yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menyebut sejumlah sektor yang saat ini memiliki peluang untuk dikembangkan, antara lain pertambangan, pertambangan rakyat, industri pakan, serta peternakan terintegrasi. 

Pemerintah, kata Gusnar, perlu memastikan masyarakat memperoleh ruang yang lebih besar untuk ikut menikmati peluang tersebut.

“Jangan sampai kita hanya menunggu kemampuan APBD. Justru berbagai peluang ekonomi yang muncul perlu ditangkap bersama pemerintah agar manfaat pembangunan bisa semakin luas dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Azis Syamsuddin dpd Gusnar Ismail KNPI