Perkuat Pendidikan di Wilayah Terpencil, Pemprov Gorontalo Bangun Fasilitas SMA Negeri 1 Pinogu

Nur Fadilah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:23 WIB
Foto bersama Gubernur Gusnar Ismail dengan jajaran guru dan siswa SMA Negeri 1 Pinogu, Selasa (22/9/2026). ANTARA/HO-Diskominfotik Provinsi Gorontalo
Foto bersama Gubernur Gusnar Ismail dengan jajaran guru dan siswa SMA Negeri 1 Pinogu, Selasa (22/9/2026). ANTARA/HO-Diskominfotik Provinsi Gorontalo

 

GORONTALOPOST – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah terpencil. Salah satunya melalui peningkatan fasilitas di SMA Negeri 1 Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, yang menjadi satu-satunya sekolah menengah atas di Kecamatan Pinogu.

Untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana sekolah tersebut, Pemprov Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar pada 2026.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau langsung SMA Negeri 1 Pinogu, Selasa, mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut terus dilakukan agar siswa dan guru dapat menjalankan proses belajar mengajar dalam lingkungan yang lebih nyaman dan memadai.

Pada tahun ini, pemerintah membangun empat fasilitas baru, yakni ruang perpustakaan, laboratorium, toilet, serta rumah dinas guru. Selain pembangunan fasilitas baru, sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut juga mendapatkan rehabilitasi.

Gusnar berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada tahun ini. Namun, dalam peninjauan tersebut, ia menerima laporan adanya kendala dalam proses pembangunan, terutama terkait ketersediaan air.

"Mudah-mudahan pembangunan bisa diselesaikan pada tahun ini. Tadi kontraktor pelaksana melaporkan hambatan yang paling besar adalah kekurangan air," kata dia.

Ia pun meminta kontraktor pelaksana memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air agar pekerjaan pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

Menurut Gusnar, pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pinogu memiliki tantangan tersendiri dibandingkan wilayah lain. Kondisi geografis serta akses transportasi yang sulit membuat proses pembangunan membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

Material bangunan harus didatangkan dari wilayah perkotaan. Bahkan, pada sejumlah jalur, material tersebut harus diangkut menggunakan kendaraan roda dua agar dapat mencapai lokasi pembangunan.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya pembangunan karena adanya tambahan ongkos transportasi.

"Memang ada perbedaan harga yang cukup tajam. Material-material yang harus diangkut dari kota ke sini itu memerlukan biaya tambahan. Itu juga menjadi kendala, tapi kita tetap laksanakan," ujarnya.

Selain meninjau progres pembangunan fasilitas sekolah, kunjungan Gubernur Gorontalo ke SMA Negeri 1 Pinogu juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan berupa alat olahraga dan tas bagi para siswa.

Peningkatan sarana dan prasarana tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga mendukung kegiatan belajar mengajar serta memenuhi kebutuhan guru dan siswa.

Dengan adanya pembangunan tersebut, SMA Negeri 1 Pinogu diharapkan mampu memberikan lingkungan pendidikan yang semakin layak bagi para siswa di wilayah terpencil, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata hingga ke daerah dengan tantangan geografis sekalipun.

 

Editor : Nur Fadilah
Fasilitas pendidikan PEMPROV GORONTALO