IDI Gorontalo Gandeng PMI, 150 Guru Dapat Cek Kesehatan Gratis hingga Edukasi Varises

Azis Manansang • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 23:47 WIB

 

Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118. Sekitar  150 guru dan tenaga pendidik mendapat pemeriksaan kesehatan gratis di Aula KGTK Gorontalo.(F:Istimewa)
Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118. Sekitar 150 guru dan tenaga pendidik mendapat pemeriksaan kesehatan gratis di Aula KGTK Gorontalo.(F:Istimewa)

Gorontalopost, LIMBOTO— Kesehatan guru menjadi perhatian Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Wilayah Gorontalo dalam momentum Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118. 

Sekitar  150 guru dan tenaga pendidik mendapat pemeriksaan kesehatan gratis di Aula KGTK Gorontalo.

Mengangkat tema “IDI Berkemajuan: Gorontalo Sehat dan Sejahtera”, kegiatan ini  tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar.

Baca Juga: Harga Melambung, Ismet Mile Turun Tangan, Beras Rp 82.500 Disubsidi Jadi Rp25 Ribu di Bulango

IDI juga menghadirkan dokter  umum dan spesialis untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan varises.

Pelayanan tersebut semakin lengkap dengan aksi donor darah yang digelar bersama PMI  Kabupaten Gorontalo.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IDI mendekatkan  pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya  menjaga kondisi tubuh.

Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Yusuf, Sp.N., menjelaskan bahwa  guru dipilih sebagai salah satu sasaran kegiatan karena profesi tersebut memiliki kontribusi  besar dalam mencetak generasi penerus.

Ia menyebut perhatian terhadap kesehatan guru merupakan bentuk penghargaan atas  pengabdian mereka di dunia pendidikan.

“Banyak hal yang kami capai hari ini tidak terlepas dari jasa para guru. Maka melalui  kegiatan ini, kami ingin memberikan dukungan agar para pendidik tetap sehat, bugar dan  mampu menjalankan tugasnya mendampingi siswa,” jelasnya.

Secara keseluruhan, layanan kesehatan tersebut menargetkan 500 peserta. Khusus untuk  PGRI Kabupaten Gorontalo, tersedia 150 kuota dengan prioritas bagi guru yang tengah  hamil serta pengurus sekolah dari tingkat TK hingga SMA/SMK.

Baca Juga: Rum Pagau Buka Jalan Kolaborasi dengan OJK Sulutgo, Literasi Keuangan Sekolah Rakyat Boalemo Seger

Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Rapia Bahuwa, menilai program tersebut sangat  relevan dengan kebutuhan para pendidik. Menurutnya, kesehatan guru menjadi salah satu  faktor yang mendukung kualitas pembelajaran.

“Guru yang sehat tentu memiliki kondisi yang lebih baik untuk menjalankan kegiatan  belajar mengajar. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan pendidik merupakan bagian  penting dalam mendukung pendidikan,” ungkap Rapia.

Apresiasi juga disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi. Ia berharap kerja sama antara  IDI dan pemerintah maupun organisasi pendidikan dapat dilanjutkan dengan jangkauan  pelayanan yang lebih luas.

Sofyan mendorong agar kegiatan pemeriksaan kesehatan serupa nantinya dapat  menjangkau guru dan tenaga pendidik di seluruh 19 kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

“Guru dan dokter sama-sama memiliki peran penting bagi masyarakat. Guru memberikan  penerangan melalui pendidikan, sementara dokter menjaga kesehatan.

Jika keduanya  bersinergi, manfaatnya akan semakin luas,” kata Sofyan.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo dokter indonesia pemeriksaan kesehatan Hari Bakti idi