Gorontalopost, GORONTALO – Antrean bahan bakar minyak (BBM) yang berlangsung selama beberapa pekan menjadi perhatian Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Di tengah keluhan masyarakat, pemerintah provinsi menyiapkan langkah meminta tambahan kuota BBM sebesar 3 hingga 5 persen untuk menjaga pasokan hingga penghujung 2026.
Baca Juga: Rum Pagau Ingatkan Kepala Desa, Keberhasilan Bukan Besarnya Anggaran, tetapi Manfaat bagi Warga
Persoalan tersebut dibahas ketika Gusnar menerima puluhan pengemudi yang tergabung dalam Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (15/10/2026).
Para pengemudi bentor menjadi salah satu kelompok masyarakat yang terdampak ketika antrean BBM menghambat aktivitas harian mereka.
Gusnar mengungkapkan, kuota Pertalite Gorontalo saat ini sebesar 478 KL per hari untuk melayani 33 SPBU di Gorontalo serta dua SPBU di Bintauna dan Boroko, Sulawesi Utara.
Adapun pasokan solar sebanyak 8 KL per hari untuk 20 SPBU. Ia mengakui distribusi sempat terganggu akibat keterlambatan pasokan sekitar 10 jam.
Selain masalah distribusi, dua SPBU juga dikenai sanksi tidak boleh menjual BBM setelah diduga melayani pembelian menggunakan galon atau jeriken.
Menurut Gusnar, kondisi tersebut diduga ikut mendorong penumpukan antrean di SPBU lain.
Untuk mengatasi persoalan itu, Gusnar telah memutuskan agar Pemprov Gorontalo mengajukan tambahan kuota kepada BPH Migas.
Kepala Dinas ESDM Wardoyo dijadwalkan mengirimkan surat permintaan tersebut pada hari yang sama.
Baca Juga: Diduga Dipicu Masalah Rumah Tangga, Keributan di PETI Juria Melibatkan Parang dan Tombak
Gusnar berharap tambahan 3–5 persen cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun, seiring meningkatnya aktivitas.
Kini, tindak lanjut atas usulan tambahan kuota tersebut menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk mendukung kelancaran pasokan BBM di Gorontalo.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang