Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Sekjen GGN Mulai Asistensi Lokasi Aspiring Geopark Gorontalo

Azis Manansang • Sabtu, 8 Juli 2023 | 12:03 WIB

 

Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (Sekjen GGN) Mr. Guy Martini saat berkunjung Rumah Karawo, Kain khas tradisional Gorontalo itu dipandang sebagai warisan budaya ((Foto – Fadly)
Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (Sekjen GGN) Mr. Guy Martini saat berkunjung Rumah Karawo, Kain khas tradisional Gorontalo itu dipandang sebagai warisan budaya ((Foto – Fadly)


Gorontalopost.Id,    GORONTALO - Kabar baik bagi Gorontalo. Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (Sekjen GGN) Mr. Guy Martini.

Mulai melakukan asistensi lokasi lokasi yang diusulkan menjadi Geopark Gorontalo. Sejumlah situs geologi, sejarah, budaya akan ditinjau untuk menjadi bahan masukan bagi pemerintah provinsi.

Baca Juga: Tiga Hari Belum Ditemukan, Pria di Bone Bolango Dicari Tim SAR

Kunjungan yang bertajuk “advisory mission” bertujuan untuk menilai apakah status Aspiring Geopark Gorontalo layak ditetapkan menjadi Geopark Nasional di bawah pengawasan UNESCO.

Jika itu bisa dilakukan maka pengelolaan taman bumi tersebut menjadi perhatian nasional dan dunia untuk konservasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Saya datang ke sini atas undangan Bappenas terkait dengan Aspiring Gorontalo Geopark. Untuk menganalisis situasi, melihat apa yang saya tau kaitannya dengan Gorontalo sebagai kandidat Geopark Global,” kata pria asal Perancis itu dengan Bahasa Inggris.

Baca Juga: Iptu Brandes Dinobatkan Wisudawan Inspiratif 2023, Raih Doktor dan Magister, di Kampus dan Fakultas Berbeda

Mr. Guy Martini dan Asistennya Daniela beserta tim dari Bappenas tiba di Bandara Djalaluddin, Gorontalo, Jumat (07/07/2023).

Kunjungan diawali ke Rumah Karawo. Kain khas tradisional Gorontalo itu dipandang sebagai warisan budaya tak benda daerah yang layak dilestarikan.

Kesulitan dalam proses pembuatan karawo mulai dari menggambar motif, mengiris, mencabut benang, menenun dinilai unik. Terlebih semua prosesnya dilakukan dengan tangan tanpa bantuan mesin.

Baca Juga: Sekretariat SDI Dukung Diskominfotik Gorontalo Tingkatkan Kualitas Data Sektoral

Selanjutnya rombongan bergerak ke Benteng Otanaha. Situs bersejarah peninggalan Portugis sekitar abad ke-XV itu menarik perhatian Martini.

Didampingi tim dari Geopark Gorontalo dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Martini mendapatkan penjelasan seputar asal usul dan sejarah Benteng Otanaha.

“Ini menjadi situs yang penting karena usianya dibangun sekitar tahun 1500-an. Dari sisi desain arsitektur dan bahan pembuatan juga cukup baik, jadi saya pikir ini sangat baik untuk masa depan Geopark anda,” bebernya.

Baca Juga: Kapolres Bone Bolango Ajak Masyarakat Sama-sama Berantas Miras

Kehadiran Martini dan tim rencananya akan berlangsung hingga tanggal 13 Juli 2023. Selain benteng Otanaha, ia juga akan berkunjung ke Hiu paus, taman laut Olele, batu gamping di Biluhu Timur.

Kota tua di Kota Gorontalo juga akan dieksplorasi termasuk geosite Oluhuta, Lombongo serta granodiorit dan batu gamping merah di Kabupaten Boalemo.

Batu gamping merah menjadi salah satu situs geologi penting termasuk geotermal Pentadio Resort dan kawasan Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo.(Zis/Kmfo).

Editor : Azis Manansang
#UNESCO Creative Cities Network 2023 #geopark