Gorontalopost. Id, GORONTALO - Pesawat Batik Air rute Jakarta-Gorontalo yang membawa 6 kru pesawat dan 126 penumpang. Rabu 12 Juli 2023 gagal mendarat di Bandara Djalaludin Gorontalo.
Pesawat dengan nomor penerbangan ID-6246 harus kembali ke Bandara Soekarno Hatta (Soeta) setelah 30 menit mengudara.
Baca Juga: Diikuti 81 Qari Qariah STQH Tingkat Provinsi Gorontalo Resmi Dibuka Penjagub Ismail Pakaya
Karena terjadinya insiden salah satu penumpang merusak jendela pesawat.
Dari informasi yang dihimpun Gorontalopost.Id, peristiwa menegangkan ini bermula saat pesawat Batik Air tujuan Gorontalo itu baru mengudara selama 30 menit.
Tiba-tiba, entah kenapa salah satu penumpang berusaha memecahkan kaca jendela.
Baca Juga: 2024 Gorontalo Ditargetkan Masuk Geopark Nasional
Sontak kala itu, para penumpang panik dan berusaha memarahi penumpang jahil itu. Sebab, apa yang dilakukannya bisa membahayakan nyawa orang lain.
Meski sudah ditegur, hal itu tetap dilakukan. Hingga akhirnya, penumpang berinisial MS (25) itu, diamankan oleh petugas keamanan yang berada di dalam pesawat.
Menurut informasi yang diterima oleh pihak Polsek Bandara Djalaludin Gorontalo, pada saat penumpang tersebut diamankan oleh petugas. Sempat melakukan perlawanan.
Baca Juga: Dua Warga Gorontalo Tewas Ditikam Lantaran Cekcok Saat Komsumsi Minuman Keras
"Tidak hanya melakukan perlawanan, pelaku sempat teriak-teriak," ungkap .Kapolsek Bandara Djalaludin Gorontalo Iptu Ismet Ishak mengulang informasi yang diterima, Jumat (14/7/2023).
"Penumpang itu sempat melawan ketika diamankan dan berteriak-teriak dengan kalimat, mana kitab saya, mana kitab saya," sambung Iptu Ismet Ishak.
Dijelaskan Ismet, seharusnya, sesuai jadwal penerbangan, pesawat Batik Air dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng pada, Rabu, 12 Juli 2023 tersebut menuju Bandara Jalaluddin Gorontalo. Dan akan tiba pukul 08.00 Wita.
Namun dengan insiden yang tak disangka itu, pesawat akhirnya putar balik lagi ke Bandara Soekarno Hatta.
"Pesawat tidak sampai ke Gorontalo. Mereka balik lagi ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng," ujarnya.
Dalam insiden ini kata Ismet, untung saja tidak ada korban jiwa. Meski begitu, kaca pesawat mengalami keretakan yang berbahaya jika dipaksakan melanjutkan penerbangan ke Gorontalo.
"Terpaksa pesawat balik, dan sampai saat ini belum diketahui motif penumpang memecahkan kaca pesawat itu," ungkapnya.(Yola/LP).
Editor : Azis Manansang