Gorontalopost.Id, GORONTALO – Sebanyak 455 peserta calon siswa (Casis) Bintara dan Tamtama dinyatakan lulus terpilih penerimaan Polri Panda Gorontalo Tahun 2023.
Pengumuman ini berdasarkan Sidang Terbuka Kelulusan Seleksi Penerimaan Bintara, dan Tamtama Brimob yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Rusli Idris SPN Polda Gorontalo, Rabu (19/07/2023).
Baca Juga: Projo Gorontalo Bangga Pilihan Presiden Jokowi Tunjuk Budi Arie Setiadi Jadi Menteri Kominfo
Sidang Terbuka dipimpin Karo SDM Polda Gorontalo KBP Agus Nugroho, SIK., MH dan dihadiri oleh, Para Katim Uji Seleksi Bintara Polri T.A. 2023 Panda Gorontalo atau yang mewakili.
Kabag Dalpers Biro SDM Polda Gorontalo, Staf Bagdalpers Biro SDM Polda Gorontalo, Staf Bagpsikologi Biro SDM Polda Gorontalo, serta Pengawas Internal dan juga Pengawas Eksternal.
Baca Juga: Tanamkan Nilai -Nilai Keagamaan, PKK Gorontalo Goes To School
“Untuk Bintara sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, dimana Bintara PTU yang lulus terpilih (Pria : 389, Wanita : 21).
Bintara Brimob : 11 orang pria, Bintara Polair : 3 orang pria, Bakomsus Nakes : 7 pria dan 1 wanita, dan Tamtama Brimob 23 orang pria,” ujar KBP Agus Nugroho.
Lanjutnya, dalam sidang kelulusan penerimaan ini dibagi menjadi 2 gelombang pendidikan. Dimana gelombang ke 2 tahun 2023 akan diikuti oleh 246 casis bintara yang terdiri dari 237 pria dan 9 wanita.
Baca Juga: Bongkar Soal Sule Selingkuh Nathalie Holscher Ngaku Lelah Dihujat
Sedangkan untuk pendidikan gelombang pertama tahun 2024 akan diikuti oleh 170 casis yang terdiri dari 158 pria dan 12 wanita.
Karo SDM Kombes Pol. Agus Nugroho dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus dalam seleksi Bintara Polri dan Tamtama Polri.
“Bagi peserta yang belum lulus agar jangan pernah menyerah dan tidak putus asa sehingga dapat lebih baik untuk mengikuti seleksi penerimaan berikutnya”, ujarnya.
Lanjut Agus, sidang yang dilaksanakan pada hari ini merupakan rangkaian akhir seleksi penerimaan terpadu anggota Polri pada tingkat daerah dengan melibatkan berbagai instansi/lembaga terkait sebagai pengawas eksternal.
“Proses seleksi dilaksanakan secara Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis serta anti KKN dan diawasi oleh pengawas internal maupun eksternal.
Dalam setiap pemeriksaan dan pengujian selalu mengikutsertakan dan melibatkan seluruh unsur pengawas baik internal maupun eksternal disamping juga para peserta seleksi itu sendiri secara langsung,” pungkasnya. (Yola/hms-pol).
Editor : Azis Manansang