Gorontalopost.Id, GORONTALO – Tiga hari pencarian, siswa Sekolah Dasar (SD) 12 tahun bernama Mohamad Nuzrul Lamuyu, warga Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Yang terseret ombak di pantai Pohe berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan, Minggu (06/8/2023).
Korban ditemukan sekitar pukul 23.30 Wita pada radius kurang lebih 100 meter tak jauh dari lokasi korban terseret ombak.
Baca Juga: Laporan Ifana Ke Mendagri, UK Sebut Bukti Gagalnya DPRD Kabgor
Namun sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi di rumah duka di Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.
Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto menjelaskan, sebelumnya tingginya ombak dan air laut yang keruh menjadi kendala dihadapi tim Rescue gabungan selama proses pencarian terhadap korban.
“Sehingga mempersulit dan harus membuat pencarian selama 3 hari. Tim SAR gabungan terus berjibaku melawan tingginya ombak yang diakibatkan adanya puncak angin Timur di wilayah pantai Pohe,” ujar Heriyanto.
Baca Juga: Tim Kuasa Hukum Nelson Bakal Tempuh Jalur Hukum Soal Ifana
Adapun tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari unsur Basarnas Gorontalo, BPBD, TNI, Polri dan relawan terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang pesisir pantai Pohe.
“Berkat doa dan jerih payah seluruh pihak yang terlibat, korban berhasil ditemukan,” tandas kepala Basarnas Gorontalo.
Sebelumnya bocah 12 tahun bernama Mohammad Nuzrul Lamuyu itu dilaporkan tenggelam usai terseret ombak di pantai Pohe pada Jumat (04/8/2023).
Baca Juga: Ifana Abdulrahman Pastikan Tim 911 Hotman Paris ke Gorontalo
Korban saat itu tengah asyik mandi bersama 12 orang rekannya. Namun Nuzul yang diketahui tak tahu berenang tersebut hilang ditelan ombak.
Di saat ombak pertama, rekan korban Kiki masih sempat melihat korban di pinggir laut. Sontak Kiki memanggil korban agar segera naik ke pinggiran.
Akan tetapi panggilan tersebut tidak di respon korban. Selang beberapa saat kemudian korban sudah tidak terlihat lagi di pantai. Diduga korban sudah di seret ombak. (mail/hms Basarnas).
Editor : Azis Manansang