Gorontalopost.Id, LIMBOTO - Demo Tuntut Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo agar turun dari jabatannya, nyaris ricuh.
Aksi yang dimotori sejumlah mahasiswa yang berlangsung di bawah menara Limboto ini . Buntut dari kasus yang menimpa Nelson Pomalingo. Mereka menilai Nelson telah melanggar konstitusi dan adat di Gorontalo.
"Pimpinan daerah melakukan tindakan tidak sesuai dengan konstitusi dan adat, maka wajib hukumnya kita meminta agar pimpinan daerah segera angkat kaki di daerah ini," ungkap salah satu orator aksi, Manut Ishak, Kemarin (10/08/ 2023).
Menurutnya, kasus Nelson telah tersebar di luar daerah bahkan sudah dilaporkan ke Kemendagri. Sehingga massa aksi menilai kasus itu telah mencoreng daerah khususnya Kabupaten Gorontalo.
Baca Juga: Penjabat Gubernur Gorontalo Difitnah dengan Lima Tautan Berita Fiktif Tentang Kinerja
"Keinginan kami hanya satu, turunkan Nelson sebagai pimpinan daerah," tegas Manut. "Kami meminta kepada lembaga adat agar tidak diam dalam menyikapi persoalan yang terjadi Kabupaten Gorontalo," pinta Manut.
Setelah melalukan aksi di bawah Menara Limboto, masa aksi menuju rumah dinas (Rudis) Bupati Gorontalo. Mereka pun melakukan orasi dengan tuntutan yang sama. Dan ingin masuk ke dalam halaman Rudis Bupati Gorontalo.
Namun sayang, keinginan mereka dihalau oleh petugas kepolisian yang bertugas mengamakan aksi saat itu.
Baca Juga: Germas Didorong Manfaatkan Media Sosial, Penjabat Sekprov : Berpindah dari TV ke Gadget
Massa aksi pun terus memaksa dengan memberikan aba-aba kepada massa aksi lainnya agar maju selangkah-selangkah untuk menerobos blokade petugas.
Hingga aksi saling dorong antara demonstran dan petugas pun terjadi.
Hal itu pun memicu kericuhan di depan Rudis Bupati. Massa aksi kemudian berhamburan di halaman Rudis Bupati.
Beruntung, itu tak berlangsung lama setelah pihak Polres Gorontalo berhasil mengamankan massa aksi.
Baca Juga: Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya Laporkan Kinerja Triwulan I ke Kemendagri
"Kami datang ke sini untuk meminta klarifikasi kepada Bupati Gorontalo terkait persoalan yang terjadi.
Jika itu tidak benar, maka kami akan membela Bupati. Bila itu benar, kita meminta Bupati agar turun dari jabatannya," kata massa aksi.(Yola/Hld).
Editor : Azis Manansang