Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Dilanda Musim Kemarau Desa Apitalawu Paguyaman Krisis Air Bersih dan Gagal Panen

Azis Manansang • Kamis, 31 Agustus 2023 | 22:54 WIB

 

Kepala Desa Apitalawu Kecamatan Paguyaman Pantai Ismail Hajarati.(F:GPD)
Kepala Desa Apitalawu Kecamatan Paguyaman Pantai Ismail Hajarati.(F:GPD)


Gorontalopost.Iid,    PAGUYAMAN PANTAI - Akibat terdampak musim kemarau sebanyak 50 persen petani di Desa Apitalawu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo gagal panen.

"Tiga hari kemarin kami sudah melakukan pendataan terhadap petani yang gagal panen jumlahnya mencapai 50 persen,"ungkap Kepala Desa Apitalawu Ismail Hajarati kepada Gorontalopost, kemarin (28/08/2023).

Baca Juga: Diduga Akibat Puntung Rokok Lahan Kering di Kompleks Hotel Aston Terbakar

Menyikapi kondisi yang dialami desanya, Kades berharap dukungan pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

"Sebagai pemerintah desa kami telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi kondisi yang dialami desa kami. Dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten dan provinsi,"ungkapnya.

Termasuk menurutnya mengantisipasi jika dalam dua tiga bulan ke depan jika mengalami krisis pangan.

Baca Juga: Resmob Polres Gorontalo Utara Ringkus Curanmor Beraksi di Dua Lokasi

"Sehingga itu kami terus melakukan upaya-upaya dan langkah untuk merumuskan jika akhirnya terjadi kemungkinan krisis pangan,' ungkapnya.

Kades Ismail Hajarati mengakui sampai saat ini dampak musim kemarau yang dialami dua desa termasuk Desa Apitalawu sudah memasuki bulan kedua.

Dengan hal yang menjadi urgen dewasa ini terjadinya krisis air bersih. "Untuk saat ini hal mendasar yang menjadi aspirasi masyarakat menyangkut air bersih,'ungkapnya.

Baca Juga: Polresta Mediasi Pertikaian Lanjutan Dua Kubu Yang Bertikai Lahan Parkir

Dijelaskannya langkah -langkah yang dilakukan sejak pertengah Agustus. Yakni melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Boalemo dan provinsi Gorontalo.

"Kami melakukan permintaan bantuan kebutuhan air bersih, dan alhamdulillah permhonan ini direspon dengan baik,'ungkapnya.

"Pemerintah Kabupaten telah menyalurkan air mineral untuk minum dan kemudian dari provinsi lewat BPBD telah mengantarkan 4 buah tandon yang isinya setiap tandon ada 2000 liter.

Baca Juga: Bone Bolango Raih Dua Penghargaan ADWI Objek Wisata Hiu Paus Botubarani, Hamim : Gas Full

Hanya saja jadwalnya dua minggu sekali dan minggu ini kedua saat ini sedang menunggu Kadis Provinsi untuk meninjau langsung kondisi yang terjadi di desa Apitalawu,"beber Ismail Hajarati.

Sementara untuk pemerintah desa menurutnya akan melakukan program perbaikan beberapa fasilitas air bersih agar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga: Penjabat Sekdaprov Minta Deklarasi Pemilu Damai Bukan Sekadar Slogan

"Insya Allah akan kami bahas di anggaran perubahan tinggal menunggu waktu saja beberapa minggu depan ini upaya pemerintah desa menjawab kebutuhan masyarakat terkait air bersih,"ungkapnya.

Menyinggung soal APBD desa menurut Hajarati realisasinya anggaran baru 50 persen lebih teralisasi yang peruntuhkannya sesuai RKPDEs untuk program pemberdayaan desa.

Baca Juga: KKN-Profesi Kesehatan UNG Jadikan Desa Dulangeya Zero Stunting

"Selain itu yang sudah jalan program di bidang perikanan. Mungkin nanti diperubahan ada kegiatan fisik diantaranya pembanguna jalan tani,"ungkapnya.(Hendris).

 

Editor : Azis Manansang
#dampak kemarau #Paguyaman #krisis air bersih #boalemo