Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Viral Fotografer Protes DWP UNG Soal Pembayaran Jasa Foto Wisuda

Azis Manansang • Kamis, 14 September 2023 | 18:36 WIB

Tayangan video langsung oleh akun Facebook Herdy Herdy yang memprotes dugaan pemerasan terhadap fotografer oleh DWP UNG (screeshoot video)
Tayangan video langsung oleh akun Facebook Herdy Herdy yang memprotes dugaan pemerasan terhadap fotografer oleh DWP UNG (screeshoot video)


Gorontalopost.Id   GORONTALO – Sehari menjelang Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melangsungkan prosesi wisuda tahun akademik 2023 pada Kamis (14/09/2023).

Seorang fotografer yang menawarkan jasa pemotretan wisuda mengajukan protes terhadap Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNG.

Baca Juga: Keluarga Nilai Janggal Kematian MH Usai Ditembak, Polisi Beber Kronologi Penangkapan Sesuai Prosedur

Aksi sang fotografer merasa tak puas dengan nominal pembagian pembayaran yang diberikan viral karena beredar luas saat ditayangkan langsung dalam media sosial Facebook oleh Herdy Herdy.

Adapun dihimpun dari sejumlah sumber, nominal jasa foto untuk seorang wisudawan sebesar Rp100 ribu. Dari jumlah tersebut pihak fotografer mendapat pembayaran sebesar Rp 60 ribu, sementara Rp 40 ribu menjadi bagian dari DWP UNG.

Baca Juga: GMNI Batal Demo Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo

“Pemerasan ini depe nama. Rp100 ribu potong Rp40 ribu, torang yang ba cetak lagi,” ujar sang fotografer dalam video tersebut.

Selain pemotongan harga, laki-laki dalam video tersebut juga ikut memprotes penempatan booth fotografi yang dinilainya tebang pilih penempatannya.

Sekretaris DWP UNG, Nova Ntobuo dilansir sejumlah media daring, membantah isu pemerasan yang telah dilakukan oleh DWP UNG.

Baca Juga: 7,9 Hektar Gagal Panen Pemkot Gorontalo Siap Berikan Bantuan ke Petani Rp 10 Juta Perhektar

Menurut Nova, DWP dan pihak fotografer telah menyetujui mekanisme pemotretan yang dilakukan di kampus.

Persetujuan tersebut melingkup beberapa kesepakatan termasuk di antaranya mengenai harga Rp 20 ribu yang dibeli oleh DWP dari fotografer.

“Jadi kita membeli foto dengan harga satu foto Rp 20 ribu,” ujarnya, Rabu (13/9/2023).

Baca Juga: Ayo ke Bonebol Business Centre Tempat Kongkow Baru Bagi Milenial dan Perdagangan UMKM

Tiga foto yang dibeli dengan harga Rp 60 ribu inilah yang mendapat protes melalui video viral tersebut. Pasalnya, harga pemotretan yang diberikan kepada wisudawan sebesar Rp100 ribu untuk tiga foto.

Sedangkan yang dibayarkan oleh DWP kepada fotografer sebesar Rp60 ribu dari tiga foto tersebut. Sisanya Rp40 ribu menjadi hak DWP. Ini yang disebut dalam video sebagai pemerasan kepada fotografer.

Baca Juga: Elemen Masyarakat Gorontalo Utara Deklarasi Pemilu Damai Berintegritas

“Mereka tidak memberikan ke DWP. Itu teknisnya yang sudah kita atur. Cuma persoalan harga ini jika dibandingkan mereka jual ke luar pasarannya kan Rp 20 ribu.

Kita membeli di mereka sama. Dengan harga Rp20 ribu. Jadi kita membeli, mereka bukan menyetor,” ujar Nova.

Baca Juga: Penjabup Boalemo Sherman Sebut Pemerintahan Tak Transparan Masyarakat Pasif

Menurutnya, ketentuan ini telah dibahas dan telah menjadi kesepatakan antara DWP dan pihak fotografer. Termasuk di antaranya menyangkut penempatan booth foto yang menurut Nova telah melalui proses undian.

“Jadi ini sudah kita bahas bersama dan disepakati oleh kedua belah pihak. Jadi kita bahas yang disepakati oke.

Baca Juga: Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Bersama Istri, Kadis Sosial Kabgor Diperiksa Bawaslu

Mereka tanda tangan kontrak. Mereka ini (pihak yang memprotes) tidak termasuk mitra kita untuk wisuda ini tiba-tiba saja datang. Bukan mitra kita pada periode wisuda ini,” ujarnya.(mae/gps).

Editor : Azis Manansang
#fotografer #Universitas Negeri Gorontalo #dwp #wisuda