Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Merlan Uloli Patahkan Mitos Kepala Daerah Perempuan, Hamim Pou Berakhir Husnul Khotimah

Azis Manansang • Minggu, 12 November 2023 | 17:04 WIB

 

Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Wakil Bupati  Merlan Uloli (dok:Pemkab)
Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Wakil Bupati Merlan Uloli (dok:Pemkab)

 

 


Gorontalopost.Id,      GORONTALO - Dua puluh tahun lalu, saat terbentuk menjadi sebuah Kabupaten 27 Januari 2023.

Orang tak menyangka jika Kabupaten Bone Bolango menjadi Kabupaten maju seperti sekarang ini.

Bahkan mampu meninggalkan dua kabupaten induk dengan deretan penghargaan dan prestasi yang diterima.

Baca Juga: Partisipasi Pemilu di Gorontalo Lewati Target Nasional

Kabupaten ujung julukannya, kini menjadi kabupaten maju di Provinsi Gorontalo dengan indikator IPM sebesar 70,25.

Serta menjadi kabupaten dengan indeks desa membangun
tertinggi di Provinsi Gorontalo.

Keberhasilan ini tentunya tak lepas dari tangan dingin Bupati Bone Bolango Dr .Hamim Pou, S.Sos.MH, yang selama sepuluhan lebih selama tiga periode memimpin Bone Bolango.

Baca Juga: Asik Main Judi Kartu Domino, Empat Warga Limba Gorontalo Diciduk Team Rajawali

Ditengah keberhasilan dan kekurangan politisi Nasdem ini tak luput dari berbagai gempuran dari sejumlah lawan politiknya mapun kawan sesama Partai.

Persoalan Bansos hingga sejumlah kasus lainnya terus diobok-obok untuk mempresure agar Hamim meringkuk dibalik jeruji besi tahanan.

Beruntung masyarakat umumnya tak percaya. Demikian dengan aparat penegak hukum dalam hal ini Kejati dan Kepolisian tak terpancing dengan terpengaruh dengan berbagai presure.

Baca Juga: Gunakan Dana Fiskal Rp 5,8 Miliar Pemprov Gorontalo Intervensi 5.132 Balita Melalui PMT

Hingga diakhir jabatannya Hamim yang harus mundur karena akan maju sebagai Caleg DPR RI dari dapil Sulut.

Menyerahkan jabatan Bupati Bone Bolango secara husnul Khotimah kepada penerusnya Wakil Bupati Dr. Merlan Uloli, SE.MM sebagai Plt Bupati Bone Bolango.

Baca Juga: SM Mengamuk Aniaya Guru Terancam Ditahan, PGRI Pohuwato Desak Polisi Uusut Tuntas

Menariknya seiring dengan peralihan kemimpinan Bupati Bone Bolango Merlan Uloli berhasil mematahkan rumor yang selama menjadi perdebatan kepala daerah wanita bertentangan dengan adat Gorontalo.

Kemudian juga Merlan juga memposisikan dirinya sebagai sosok perempuan pertama Kepala Daerah di Gorontalo.

Dengan realita ini menguatkan adat Gorontalo tidak menjadi penghalang seorang politeisi perempuan menjadi bupati atau gubernur.

Baca Juga: Polisi Dalami Motif SPG di Gorontalo Nekad Bakar Diri

Dikutif dari web Pemkab Bone Bolango, dukungan ini diperkuat dengan pernyataan, A.R Maksum.

Selaku Wuu Bunato Suwawa dan juga tokoh adat Gorontalo menegaskan tidak ada larangan bagi perempuan menjadi seorang pemimpin atau khalif

“Adat tidak mempermasalahkan perempuan menjadi khalifah, tentu untuk prosesi upacara adat kepada pemimpin perempuan, ada ketentuan tersendiri,” tegas A.R Maksum.

Baca Juga: 30 Guru Dipecat Sekolah Al Azhar Gorontalo Didemo

Ia mencontohkan Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Indonesia kelima dan Khofifah Indar Parawansa menjadi Gubernur Jawa Timur..

Mereka adalah seorang pemimpin dan menjadi khalifah di negeri ini dari kaum perempuan hasil demokrasi yang dipilih oleh rakyat.

Bahkan di wilayah Suwawa sendiri pada masa kerajaan, sebut A.R Maksum, itu pemimpinnya adalah seorang perempuan, yakni Mbui Ayudugya.

Ia memimpin kerajaan Suwawa pada abad ke5. “Mbui Ayudugya dikenal sebagai sosok pemimpin perempuan yang perkasa dan mampu menyatukan seluruh rakyat Suwawa saat itu,” urai A.R Maksum.

Oleh karena itu, kata A.R Maksum, dalam tatanan adat tidak ada masalah kalau perempuan menjadi pemimpin atau khalifah.

Bahkan ia selaku tokoh adat pun akan memback up dan mendukung itu, karena ada aturan-aturannya.

"Jadi sekali lagi, kami tegaskan tidak ada larangan perempuan untuk jadi pemimpin, sepanjang dia menjunjung adat (adati).

Kebijaksanaan (tinepo), kekeluargaan (tombulaa), dan hukum (butoâo), maka itulah pemimpin yang baik,"ujarnya.

“ Jadi bukan melihat bahwa dia seorang perempuan,” tegas A.R Maksum.

Pada kesempatan itu, A.R Maksum berpesan kepada Plt. Bupati Bone Bolango Merlan S. Uloli.

Sebagai khalifah atau Bupati perempuan pertama di Bone Bolango agar niatnya membangun daerah ini betul-betul tujuannya untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat.

Tentu dalam memimpin dan membangun daerah ini, perlu dilandasi dengan lima sendi peradaban Gorontalo, yakni Payu Limo Totalu.

Baca Juga: Team Rajawali Tangkap Bandar Judi Togel Online di Kota Timur Gorontalo

Diantaranya bangusa talalo (bangsa ini harus dijaga), lipu podudualo (negeri ini dibela), nyawa podungalo (nyawa harus dipertaruhkan).

Selanjutnya batanga pomaya (jiwa dan raga harus diabdikan), dan upango potombulu (harta harus diwakafkan untuk kemanusiaan).

“Niat seorang pemimpin harus begitu. Harus dilandasri kelima sendiri peradaban Gorontalo tersebut,” tutur A.R Maksum. (Antx/Kminfo)

Editor : Azis Manansang
#patahkan mitos #Merlan Uloli #Hamim Pou #Bone Bolango #Kepala Daerah #PEMKAB BONE BOLANGO