Giorontalopost.Id, MARISA – Polisi di Kabupaten Pohuwato diduga keroyok dua warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Insiden ini terjadi di sebuah warung yang tak jauh dari kantor PT Pani Gold Project.
Akibatnya kejadian ini kedua korban yang merupakan ayah dan anak. Yakni Talib Bakari (58) dan Iwan Bakari (32). Mengalami luka lebam dan berdarah di bagian wajah dan tubuh. Hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato.
Baca Juga: Polsek Botumoito Boalemo Sita 50 Liter Miras Jenis Captikus
Dihimpun dari sejumlah sumber, keduanya diduga dikeroyok sejumlah anggota Polisi yang sedang piket di perusahaan Pani Gold Project.
Menurut anak kedua korban Aripin Bakari, kejadian itu bermula saat kakaknya yakni Iwan Bakari akan menuju ke lokasi tambang.
Baca Juga: Mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo Risman Taha Diganjar 7 Bulan Penjara
Kemudian Iwan dan adik iparnya Utun singgah di salah satu warung yang tak jauh dari lokasi perusahaan Pani Gold Project hendak membeli rokok.
Setibanya di warung tersebut Utun didatangi beberapa pria diduga anggota Polri. Hingga terjadinya insiden pengeroyokan.
Melihat kejadian ini, Aripin Bakari yang merupakan anak kedua dari Talib Bakari melaporkan kejadian ini di Polres Pohuwato pada Kamis (16/11/2023) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita.
Baca Juga: Patroli Tiga Pilar Ciptakan Harkamtibmas di Boalemo Jelang Penilu 2024
Kasat Reskrim Polres Pohuwato Iptu Faisal Ariyoga Anastasius Harianja membenarkan kejadian itu. Pihaknya juga sudah menerima laporan korban.
"Iya, (benar) sesuai informasi oknum (Polisi)," ujar Faisal Ariyoga Anastasius Harianja, Sabtu (18/11/23).
Baca Juga: Team Rajawali Polresta Gorontalo Amankan Warga Buluda Pelaku Judi Togel Online
Faisal mengaku tidak mau berspekulasi terkait pengeroyokan
yang dilakukan anggotanya tersebut. Namun ia menyebut jika kejadian itu karena terjadi salah paham.
"Jadi ini hanya salah paham saja," terangnya.
Diakuinya pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, sehingga belum bisa memberikan keterangan secara detail.
"Ini kami mengerjakan semua berdasarkan penyidikan dan penyelidikan, entah apa hasilnya kita tunggu saja," tandasnya.(Rahman/Hms-Pol).
Editor : Azis Manansang