Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Waduh Tomat dan Cabai Rawit Inflasi November di Gorontalo Lebih Tinggi dari Nasional

Azis Manansang • Senin, 4 Desember 2023 | 16:21 WIB

 

Tomat dan cabe penyebab inflasi di Gorontalo (F:istimewa)
Tomat dan cabe penyebab inflasi di Gorontalo (F:istimewa)

Gorontalopost.id,     GORONTALO - Waduh akibat cabai rawit dan tomat inflasi November di Gorontalo lebih tinggi dari Nasional.

Angka ini diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo saat merilis terkait inflasi Gorontalo di bulan Month to Month (MoM) di bulan November 2023 pada angka
0,98 persen.

Angka inflasi yang disampaikan BPS Provinsi Gorontalo tersebut cukup tinggi dibandingkan inflasi MoM nasional yang ada pada angka 0,38 persen.

Baca Juga: Pemkot Gorontalo Ucapkan Terima Kasih Kontribusi Satker PUPR, saat Pencangan Hari Bakti PUPR Ke 78,

Kelompok makanan, minuman dan tembakau sesuai rilis BPS Provinsi Gorontalo memberikan andil terbesar dalam menyumbang inflasi MoM sebanyak 0,85 persen.

Adapun komoditas penyumbang utama pada inflasi MoM yakni tomat yang capai angka 0,30 persen, selanjutnya cabai rawit 0,25 persen dan beras ada pada angka 0,21 persen.

"Tomat memang jadi isu utama dalam penyumbang inflasi. Biasanya tomat dengan cabai rawit tidak selalu sejalan.

Tapi kali ini cabai rawit juga menjadi kontributor utama inflasi," ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif dalam rilis, kemarin (01/12/23).

Baca Juga: PMI Provinsi Gorontalo Non Aktifkan Pengurus Berpolitik

Komoditas penyumbang utama inflasi lainnya yaitu beras 0,21 persen, gula pasir 0,05 persen, bawang merah 0,04 persen, bioskop 0,03 persen, emas perhiasan 0,03 persen, ikan tuna 0,03 persen.

Sejalan dengan inflasi MoM, inflasi Year on Year (YoY) juga lebih tinggi dibanding angka Nasional yakni mencapai angka 3,22 persen, sedangkan Nasional ada pada angka 2,86
persen.

"Dalam periode November 2022 ke November 2023 kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) utamanya ada pada beras, nilai 3,22 inflasi YoY 0,91 persenya ada pada beras," ujar Mukhamad Mukhanif.

Baca Juga: Ketua Bawaslu Gorontalo Pastikan Konser Pekan Raya UMKM Tak Ada Unsur Kampanye

Selain itu penyumbang inflasi YoY ada cabai rawit sebesar 0,63 persen, rokok putih dan rokok kretek filter 0,13 persen, upah asisten rumah tangga.

Kemudian , nasi dengan lauk 0,12 persen, kue kering berminyak 0,11 persen, gula pasir 0,10 persen, emas perhiasan 0,8 persen dan terakhir tomat 0,7 persen.

"Jadi pada bulan terakhir, tomat menjadi penyumbang utama inflasi, tetapi dalam rentang setahun sejak november 2022 ke november 2023, tomat ada diposisi ke 10," tutur
Mukhamad Mukhanif.

Tak sejalan dengan inflasi Kota Gorontalo, kabar menggembirakan datang dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Baca Juga: Hasil Pengawasan Bawaslu Pelaksanaan Kampnye Berjalan Sesuai Ketentuan

Pada bulan Oktober ke November 2023 NTP naik 1,65 persen dari bulan sebelumnya, yang ditotalkan menjadi 111,17 yang sebelumnya hanya 109,36.

Kenaikan itu utamanya disumbangkan oleh NTPH atau Nilai Tukar Petani Hortikultura yang naiknya mencapai 10,64 persen dan NTPPP atau Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan
yang ada pada angka 2,09 persen.

"Ini tentunya menggembirakan, karna ini merupakan nilai tertinggi direntang waktu 3 tahun ini, " ungkap Mukhamad Mukhanif.

Baca Juga: Pemprov Gorontalo Cegah Pernikahan Dini, Seriusi Penurunan Tengkes

Akan tetapi kata Mukhamad Mukhanif, bukan berarti semua petani sejahtera. Karena jika dilihat kembali, kenaikan tersebut hanya dialami oleh petani Hortikultura dan tanaman
pangan juga petani perkebunan.

Sementara ada perikanan yang belum mengalami kenaikan, namun malah mengalami penurunan, dikarenakan harga ikan yang sedang turun namun tidak dengan biaya produksi
yang terus naik.(BPS).

Editor : Azis Manansang
#Cabe #Gorontalo #bps #tomat #Inflasi