Gorontalopost, GORONTALO – Tak pernah berpikir apakah orang yang dia datangi merupakan lawan politiknya atau tidak. Politik silaturahmi yang dilakukan Bacagub Tonny Uloli diapreasi banyak kalangan.
"Karena bagi saya silaturahmi bisa menjadi jembatan yang menghubungkan dengan yang lain, yang sebelumnya terhalang.
Karena perbedaan politik atau perbedaan pandangan,"ungkap Tonny Uloli memberikan alasan sehingga dirinya berkeliling Gorontalo melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, politik, kerabat hingga masyarakat biasa.
Baca Juga: Dewa 19 Konser di Gorontalo Didatangkan BPD HIPMI Gorontalo Hibur Warga Gorontalo
“Lawan politik jangan dijadikan musuh. Itu prinsip saya. Karena bisa saja kita berbeda dalam pilihan politik, tapi bisa bekerjasama di bidang lainnya. Prinsip itu juga yang saya
pakai dalam berbisnis," ujar TU panggilan akrabnya.
"Di bisnis, kompetitor suatu saat bisa jadi mitra bisnis juga. Malah kadangkala, kita butuh kompetitor untuk kita melangkah lebih jauh.
Kan nda enak kita naik podium juara, tapi menangnya WO, karena nda ada lawan,” ungkapnya disela-sela acara reuni SMP Kabila di kediaman Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli di Kabila, belum lama ini.
Baca Juga: Kesamaan Prof. Nelson dan Toni Uloli Sama-sama Maju Calon Gubernur 2024
Apalagi diakuinya silturahmi merupakan pesan baginda Nabi Muhammad SAW. Dan hak itu sangat terpatri di sanubarinya bahwa silaturahmi itu mendatangkan rejeki dan memperpanjang usia.
"Makanya saya senang ketika berada di momen lebaran. Karena di momen lebaran, saya bisa bersilaturahmi dengan semua kalangan,” ujarnya,
Baca Juga: Almarhum dr Imelda Gunawan Dikremasi Minggu, IDI Gorontalo Berduka
Dari pantauan setelah sholat Idulfiitri di mesjid Agung Limboto Kabupaten Gorontalo bersama Bupati Nelson Pomalingo dan Wakil Bupati Hendra Hemeto.
Mantan Wakil Gubernur Gorontalo ini mendatangi sejumlah tokoh, mulai dari PJ Gubernur, Ismail Pakaya, Walikota Marten Taha.
Selanjutnya dengan Ketua DPD Golkar Rusli Habibie, Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, Mantan Bupati Pohuwato, Zainuddin Hasan hingga mantan Wagub, Idris Rahim. (zis).
Editor : Azis Manansang