Gorontalopost, GORONTALO - Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo berdampak pada 4 kecamatan.
Dari informasi yang dirangkum bencana tersebut mengakibatkan dua rumah hanyut, dua jembatan rusak dan satu jalan putus.
Baca Juga: Jalan Trans Sulawesi Gorontalo- Bolsel Sulut Putus, Kini Sudah Bisa Dilewati Kendaraan Bermotor
"Informasi awal yang kami terima terdapat 4 kecamatan di Kabupaten Gorontalo terdampak banjir bandang.
Kemudian ada 2 jembatan ambruk rusak, 2 rumah hanyut dan 1 jalan putus," ujar Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Udin Pango saat dikonfirmasi, kemarin.
Selanjutnya Udin menjelaskan empat kecamatan yang diterjang banjir bandang yakni Kecamatan Biluhu, Pulubala, Bongomeme dan Dungaliyo.
Banjir menerjang empang kecamatan tersebut pada Rabu (26/6) sekitar pukul 14.30 Wita.
Baca Juga: Ringkus Terduga Pelaku Judi Togel Online Polisi Amankan Uang Tunai Rp. 1.183.0000
"Hujan lebat di sini seharian dari pagi mengakibatkan beberapa sungai tidak bisa menampung debit air akhirnya meluap," ujarnya.
Udin menyebut ketinggian banjir di empat kecamatan tersebut ada yang sampai lutut orang dewasa.
Namun demikian menurutnya, pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa.
"Saat banjir terjadi sesuai Informasi ketinggian air sampai lutut orang dewasa," tandasnya.
Baca Juga: Menparekraf Buka Festival Pesona Danau Limboto 2024 dengan Pemukulan Alat Musik Polopalo
Sementara itu Udin mengungkapkan di Kecamatan Biluhu ada tiga desa yang terdampak banjir yakni Desa Lobuto, Desa Biluhu Barat dan Desa Balombo.
"Dua rumah hanyut juga terjadi di Kecamatan Biluhu. Sedang di Kecamatan Pulubala, Desa Pulubala ada 1 jembatan rusak, putus akses jalan antar desa lain.
Sementara Kecamatan Bongomeme ada dua desa yaitu desa Liyoto dan Otapade untuk Desa Otopade satu jalan putus dan 1 jembatan di Desa Batulayar putus.
Di Kecamatan Dungaliyo tanggul yang jebol terjadi di Desa
Bongomeme,"bebernya.(Mg-04/Mg-02).