Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ricuh Demo Aliansi Mahasiswa Tolak RUU Pilkada, Bentrok Aparat, Aksi Bakar Ban Hingga Kepung DPRD Provinsi Gorontalo

Azis Manansang • Jumat, 23 Agustus 2024 | 20:27 WIB

 

Massa aksi bakar ban hingga bentrok dengan pihak kepolisian saat memaksa masuk ke area DPRD Provinsi Gorontalo. (F:ist)
Massa aksi bakar ban hingga bentrok dengan pihak kepolisian saat memaksa masuk ke area DPRD Provinsi Gorontalo. (F:ist)


Gorontalopost,  GORONTALO - Demo aliansi mahasiswa tolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo berlangsung ricuh, Jumat (23/08/2024).

Dari pantauan dan dihimpun dari sejumlah sumber, insiden kericuhan dengan aparat keamanan ini, awalnya  dipicuh adanya keinginan aksi massa yang berkumpul di sekitar pintu selatan gedung DPRD.

Berusaha menerobos barikade polisi dengan memaksa masuk ke area gedung DPRD Provinsi Gorontalo.

Baca Juga: Bawaslu Kota Grontalo Sampaikan 22 Saran Perbaikan ke KPU, Pengawasan Verfak Calon Perseorangan

Akibat bentrok dari keduanya, pagar DPRD Provinsi Gorontalo roboh dan aksi lempar batu pun mengiringi suara lantang dari para sang orator masa aksi.

Sementara itu, aksi yang digelar kali ini melibatkan para cipayung Gorontalo yakni HMI, LMID, PMII, GMKI dan masih banyak lagi.

Dengan membawa isu sentral yakni penolakan revisi pilkada, masa aksi mengepung DPRD Provinsi Gorontalo.

Baca Juga: Seminggu Lagi Pendaftaran Calon Kapala Daerah Baru Tulus Kantongi Tiket, Dua Paslon Masih Tagantong

Selanjutnya aksi terus memanas yang diwarnai aksi bakar ban. Namun kali ini dipicu dari permintaan massa yang tidak diindahkan oleh pihak DPRD Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, pihak kepolisian terus mengawal ketat agar para massa aksi tidak bisa masuk ke gedung DPRD Provinsi Gorontalo setelah beberapa fasilitas telah rusak.

Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian memaksa massa aksi untuk mundur, dengan menggunakan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa yang semakin sulit dikendalikan.

Tindakan tegas tersebut membuat sebagian besar demonstran mundur ke posisi yang lebih aman.

Baca Juga: Jelang Pendaftaran Paslon Kepala Daerah KPU Provinsi Gorontalo Raker Bahas Persiapan Pemeriksaan Kesehatan

Setelah situasi mulai mereda, para demonstran perlahan-lahan berkumpul kembali dan mulai berdiskusi tentang langkah selanjutnya.

Dalam upaya menjaga ketertiban dan menghindari bentrokan lanjutan, pimpinan aksi menginstruksikan kepada seluruh massa untuk pulang dengan damai.

Keputusan ini diambil setelah beberapa perwakilan demonstran berdialog dengan pihak kepolisian dan menyadari bahwa melanjutkan aksi dalam kondisi yang sudah memanas hanya akan memperburuk situasi. (Mg-02).

 

Editor : Azis Manansang
#bentrok aparat-warga #demo mahasiswa #Tolak RUU Pilkada #aksi bakar ban