Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gorontalo Berduka, Pelatih Sepak Takraw PON Harsono Taha Meninggal Dunia di RSUD Idi Aceh Timur

Azis Manansang • Minggu, 15 September 2024 | 14:35 WIB

 

 

Pelatih sepak takraw PON Gorontalo Harsono Taha meninggal dunia di RSUD Idi, Aceh Timur.( Foto: Ist)
Pelatih sepak takraw PON Gorontalo Harsono Taha meninggal dunia di RSUD Idi, Aceh Timur.( Foto: Ist)

Gorontalopost, ACEH - Ditengah warga Gorontalo diliputi kegembiraan atas prestasi mendulang medali pada pelaksanaan PON XXI.

Tiba-tiba dikagetkan dengan berita duka atas meninggalnya pelatih Sepak takraw Coach Harsono Taha.

Pelatih sepak takraw PON XXI Provinsi Gorontalo meninggal dunia di RSUD Zubir Mahmud Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Ketua Umum PB PON XXI/2024 Wilayah Aceh Safrizal ZA menyampaikan duka cita mendalam.

Baca Juga: RSUD Toto Kabila Lauching Inovasi 4 in 1 Kolbarasi Capil Layanan Makin Paripurna

“Selamat jalan, Coach Harsono. Terima kasih atas semua dedikasimu untuk olahraga sepak takraw Indonesia. Insya Allah husnul khatimah dan ditempatkan di surga Firdaus,” ujar Safrizal.

Harsono A Taha atau lebih dikenal dengan panggilan Harson Taha, adalah sosok pelatih sepak takraw yang telah memberikan dedikasinya selama bertahun-tahun untuk membawa prestasi bagi daerah Gorontalo dan Indonesia.

Kepergiannya yang begitu cepat membuat banyak orang tak percaya, terutama karena semangat juangnya yang luar biasa hingga saat-saat terakhir hidupnya.

Baca Juga: Bupati Merlan Tekankan DPRD Bone Bolango Mendorong Perubahan dan Kebijakan Pro Rakyat

Meskipun dalam kondisi sakit, Coach Harsono tetap menunjukkan dedikasinya yang luar biasa dengan datang ke lapangan dalam kondisi dirawat di rumah sakit.

Ia bahkan hadir dengan infus di tangan dan duduk di kursi roda untuk mendampingi para atletnya.

Semangat ini akhirnya berbuah manis, dengan tim sepak takraw Gorontalo yang berhasil meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut,
khususnya di nomor Quadrant.

Ketua Umum PB PON XXI Wilayah Aceh, Safrizal, mengatakan jenazah Harsono sudah diproses fardhu kifayah di RSUD Idi Aceh Timur dan diberangkatkan dari Idi ke Kualanamu, Sumatera Utara.

Baca Juga: Sah Faisal Yunus Ketua DPRD dan Azan Piola Wakil Ketua DPRD Bone Bolango 2024-2029

'Pada Sabtu sore (14/9), jenazahnya diberangkatkan ke Jakarta untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya, di Gorontalo.

Safrizal yang juga Pj Gubernur Aceh, meminta agar pihak panitia PB PON Wilayah Aceh untuk mendampingi proses pemulangan jenazah Harsono hingga ke Gorontalo.

“Beliau datang ke Aceh sebagai tamu. Sudah sepatutnya sebagai tuan rumah kita mengantarkan kepergian beliau hingga ke rumah duka.

Saya sudah minta agar panitia mengantarkan jenazah dan menyerahkannya kepada keluarga langsung di Gorontalo,” ujarnya.

Safrizal tak lupa mengajak semua masyarakat Aceh serta para atlet yang bersaing di arena PON mendoakan Harsono.

Baca Juga: DPP Partai Golkar Tunjuk Irwan Hunawa Sebagai Ketua DPRD Kota Gorontalo

“Insya Allah beliau mendapatkan tempat yang paling layak di sisi Allah,"ungkapnya.

Kepergian Coach Harsono meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan dan atlet yang pernah dibinanya.

Banyak yang bersaksi bahwa almarhum adalah sosok yang baik, cerdas, bertanggung jawab, serta bijaksana.

Kecintaan dan pengabdiannya terhadap olahraga takraw serta komitmennya dalam membimbing para atlet memberikan warisan yang tak ternilai.

Kronologi Kejadian

Diketahui, almarhum Harsono Taha masuk RSUD Zubir Mahmud pada Jum’at, 6 September 2024 sekitar pukul 03.36 WIB dini hari. Keluhan diare dan demam tinggi serta
pembengkakan pada sendi.

Kemudian Pasien dirawat selama beberapa hari, kondisi masih belum sembuh pasien minta izin keluar pada Kamis (12/9/2024) untuk mengikuti pertandingan final kontingen
Gorontalo melawan Jateng di GOR ISC Idi.

Usai pertandingan kemudian Harsono masuk lagi ke RSUD ZM, Kamis 12 /09/2024 sekitar pukul 18.00 WIB dalam kondisi sesak dan kaki bengkak.

Hasil pemeriksaan pasien didapati gangguan fungsi ginjal (gagal ginjal akut menuju kronis) dan asam urat tinggi.

Pada Jum’at (13/9/2024), Harsono direncanakan dirujuk ke Medan sesuai permintaan keluarga dan saran dari tim medis RSUD ZM.

Sore harinya saat menunggu proses rujukan pasien mengalami sesak berat. Pasien akhirnya diputuskan untuk dilakukan hemodialisa (cuci darah) dan ini hasil persetujuan
keluarga.

Baca Juga: Musyawarah Pokjawas se Gorontalo Bahas Kualitas Pendidikan Agama

Pukul 20.00 WIB tim medis RSUD ZM melakukan tindakan cuci darah sampai pukul 22.00 WIB setelah itu pasien dikembalikan ke ruangan ICU.

Dan pada pukul 04.09 WIB, dini hari Sabtu (14/9/2024) Harsono meninggal dunia di ruang ICU didampingi istrinya dokter dan perawat.

Selanjutnya, janazah almarhum dilakukan pemularasan dan dishalati di RSUD ZM Idi.

Kemudian pada pukul 10.20 WIB pagi, jenazah didampingi istrinya dokter dan perawat dengan menggunakan ambulance RSUD ZM Idi diantar ke Bandara International Kuala Namu untuk dipulangkan ke Gorontalo. (Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#PON XXI 2024 #Gorontalo #sepak takraw #banda aceh #pelatih