Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mahasiswa Demo Tuntut Direktur BSG Limboto Mundur Diduga Terlibat Kolusi

Azis Manansang • Rabu, 9 Oktober 2024 | 22:24 WIB

 

Puluhan mahasiswa dari HMI Cabang Limboto dan BEM  UG saat  menggelar aksi damai di Halaman Kantor Bank Sulutgo (BSG) Cabang Limboto. (foto :Istimewa)
Puluhan mahasiswa dari HMI Cabang Limboto dan BEM UG saat menggelar aksi damai di Halaman Kantor Bank Sulutgo (BSG) Cabang Limboto. (foto :Istimewa)

Gorontalopost, LIMBOTO – Demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Limboto dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo (UG).

Tuntut Direktur BSG Limboto Tomy Gobel mundur karena diduga terlibat kolusi pemindahan rekening kas desa.

Dikutif dari sejumlah sumber dan media daring, aksi unjuk rasa yang berlangsung di halaman Kantor Bank Sulutgo (BSG) Cabang Limboto, belum lama ini.

Baca Juga: Terlilit Hutang Curi HP Dan Laptop Temannya Wanita Warga Pulubala Diamankan Polisi

Sebagai respons mahasiswa terhadap dugaan kolusi antara Dirut BSG Limboto Tomi Gobel dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku.

Terkait pemindahan rekening kas desa dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke Bank Sulutgo (BSG).

Para mahasiswa menilai bahwa langkah tersebut tidak hanya mencurigakan, tetapi juga merugikan banyak pihak.

Presiden BEM UG, Harun Alulu saat orasi menegaskan bahwa tindakan pemindahan rekening kas desa ke BSG adalah hasil dari permainan yang melibatkan gratifikasi terhadap pejabat negara.

Baca Juga: Ketua KPU Pohuwato Firman Ikhwan Umumkan Hubungan Keluarga dengan Paslon Pilkada

Hal ini diperkuat oleh permintaan fasilitas yang diajukan oleh Kadis PMD kepada pihak BSG berupa perangkat mewah seperti Samsung Galaxy Tab S9 Plus, iPhone 15 Pro, printer, scanner, laptop, hingga sepeda motor Yamaha Filano.

“Kami menduga ini adalah bentuk gratifikasi. Permintaan fasilitas mewah seperti ini tidak bisa diterima dan sangat mencurigakan.

Bahkan kami telah mendapatkan informasi bahwa beberapa permintaan tersebut telah diberikan oleh Direktur BSG,” tegas Harun Alulu dalam orasinya.

Baca Juga: Hanya Sebagai Perantara, Komisioner KPU Kota Gorontalo Bantah Lakukan Penipuan

Lebih lanjut, Harun menekankan bahwa tindakan tersebut telah mencederai kepercayaan publik terhadap BSG, yang seharusnya menjadi institusi keuangan yang netral dan bersih dari praktik korupsi.

Menurutnya, kolusi ini merupakan bentuk pelanggaran hukum yang tidak bisa dibiarkan.

“Kami menganggap bahwa tindakan ini sangat merugikan dan mengkhianati kepercayaan masyarakat kepada BSG.

Jika Direktur BSG tidak segera mundur, kami akan mengadakan aksi yang lebih besar dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak,” tandas Harun.(Mg-04)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Bank SulutGo #demo mahasiswa #LIMBOTO #rekening #kas desa #Gratifikasi