GORONTALOPOST -Lapas Kelas II A Gorontalo, berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Gorontalo, mengadakan simulasi penanganan kebakaran di area dapur Lapas pada Kamis di Kota Gorontalo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemas) Lapas Gorontalo, Rusli Usman, menjelaskan pentingnya simulasi tersebut. “Simulasi ini sangat penting untuk memastikan setiap elemen di Lapas, termasuk petugas dan warga binaan, memahami langkah-langkah yang harus diambil dalam situasi darurat kebakaran,” ungkap Rusli.
Menurutnya, dengan meningkatkan kesadaran dan keterampilan para petugas, risiko serta kerugian yang mungkin timbul akibat kebakaran dapat diminimalisir.
Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Gorontalo, Sabarrudin, menambahkan bahwa fokus simulasi kali ini adalah pada area dapur yang dikenal rentan terhadap bahaya kebakaran. "Kami ingin memastikan bahwa para petugas dan warga binaan mampu merespons dengan cepat dan tepat jika kebakaran terjadi," jelas Sabarrudin.
Simulasi ini juga dirancang untuk menguji kesiapan fasilitas pemadam kebakaran yang ada di Lapas.
Dalam latihan tersebut, skenario kebakaran yang dibuat mengharuskan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk petugas dapur dan warga binaan.
Sabarrudin menegaskan bahwa simulasi seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan standar keselamatan di Lapas Gorontalo.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan baik petugas maupun warga binaan semakin siap menghadapi kemungkinan kebakaran, sehingga risiko bencana dapat ditanggulangi dengan lebih efektif dan efisien.(antara)
Editor : Nur Fadilah