Gorontalopost, GORONTALO - Seorang remaja laki-laki menangis histeris dan berteriak saat dilapor sang ibu ke Kantor Polisi.
Kejadian di Polsek Dungingi, Kota Gorontalo ini terekam dalam sebuah video dan menjadi viral di saat diunggah di media sosial (medsos).
Dalam video yang direkam dan diunggah oleh anggota Polsek Dungingi, juga terlihat personil polisi yang menyaksikan kejadian tersebut.
Baca Juga: Projo Gorontalo Yakin Budi Arie Setiadi Komitmen Berantas Judi Online saat Jabat Menkominfo
Dikutif dari sejumlah sumber, ternyata peristiwa itu terjadi di Polsek Dungingi, Kota Gorontalo.
Sang ibu terpaksa melaporkan anaknya bernama Satrio ke kantor polisi lantaran tak bisa lagi mengendalikan kenakalan anaknya yang dinilai sudah luar biasa.
"Satrio sangat keras kepala dan kerap melawan sang ibu. Bahkan, remaja itu kerap memukul ibunya.
Hingga akhirnya sang ibu mengadukan remaja 19 tahun tersebut ke kantor polisi untuk memberikan efek jera," ungkap sumber kepolisian.
Baca Juga: Istri Oknum Polisi di Gorontalo Terseret Kasus Investasi Bodong Rp 310 Juta
Di luar dugaan, Satrio yang biasanya nakal dan melawan ibunya, ternyata ciut nyali saat berada di kantor polisi.
Seperti yang terekam dalam video, remaja itu menangis histeris dan memohon-mohon kepada ibunya.
Satrio juga menangis ketakutan saat berada di kantor polisi. Apalagi ibunya mengatakan tidak akan mengurusnya lagi, dan meminta pihak polisi agar menahan anak itu.
Sementara itu, Kapolsek Dungingi Ipda Roy Pidu membenarkan jika video viral itu direkam di polsek setempat.
Dia mengatakan, remaja nakal tersebut sempat diamankan selama 1 kali 24 jam di Polsek atas permintaan ibunya.
Selama di kantor polisi, remaja itu diberikan pembinaan dan nasihat oleh petugas agar tidak mengulangi perbuatan nakalnya.
Serta tidak lagi melawan dan durhaka kepada ibunya, yang sudah singel parent.
"Ibunya meminta pembinaan kepada anaknya. Tujuan ibunya mengadukan hal itu adalah untuk pembinaan kepada anaknya. Karena sudah tidak bisa mendengar orang tuanya," tutur Roy.
Baca Juga: Satreskrim Polresta Gorontalo Kota Ungkap Tiga Kasus TPPO, Tahan Lima Tersangka
Setelah ditahan dan diberikan pembinaan selama 1 kali 24 jam, Satrio kembali dijemput ibunya, dengan membuat surat pernyataan.
Pertemuan kembali anak dan ibu itu pun berlangsung haru.
Satrio berlutut dan mencium kaki sang ibu dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan nakalnya lagi. (Mg-03).
Editor : Azis Manansang