GORONTALO – Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo turut hadir dalam pelantikan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di Jakarta.
Kehadiran mereka menimbulkan perdebatan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan.
Baca Juga: Bupati Gorontalo Terapkan Penghematan, Pelantikan Tanpa Rombongan Besar ke Jakarta
Pihak yang mengkritik, termasuk Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo, Muhammad Arif Hidayatullah Bina, menilai perjalanan dinas ini tidak terlalu mendesak.
Dan hanya menghabiskan anggaran. Ia berharap kebijakan efisiensi diterapkan lebih ketat agar keuangan daerah dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.
Namun, di sisi lain, Pranata Humas Ahli Muda Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo, Ismail Giu, menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti melarang perjalanan dinas sepenuhnya.
“Acara ini merupakan momentum penting dalam pemerintahan daerah, dan kehadiran kepala OPD bukan hanya seremonial.
Tetapi juga untuk membangun komunikasi dengan pejabat pusat serta mendukung kelancaran transisi kepemimpinan di daerah,” ujarnya dilansir sejumlah media daring.
Baca Juga: Bupati Pohuwato Ikuti Retreat Kepemimpinan di Akmil Magelang, Siap Jalankan Arahan Presiden
Menurutnya, pelantikan gubernur adalah agenda lima tahunan yang juga dihadiri oleh kepala OPD dari berbagai provinsi di Indonesia.
Sementara itu, publik masih menunggu langkah konkret dari Gubernur Gusnar Ismail dalam menyeimbangkan efisiensi anggaran dengan kebutuhan koordinasi pemerintahan.
Apakah perjalanan dinas seperti ini akan terus dilakukan atau justru dibatasi lebih lanjut, menjadi hal yang patut diperhatikan ke depan.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang