Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) perwakilan Gorontalo.
Meminta kejelasan terkait rencana kenaikan Freight Surcharge (FS) yang dilakukan sejumlah perusahaan pelayaran.
Baca Juga: Kos-Kosan di Tilongkabila Terbakar, Pemadam Kebakaran Dinilai Terlambat
Pejagindo menilai kebijakan ini tidak transparan karena hanya diumumkan melalui pesan WhatsApp dan telepon tanpa adanya sosialisasi resmi.
Ketua Pejagindo Gorontalo, Jasin Mohammad,SE,MPA, menegaskan bahwa kenaikan FS ini tidak sejalan dengan tren harga bahan bakar.
Ia menyebut bahwa harga Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) pada Maret 2025 justru mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Sehingga tidak ada alasan kuat bagi perusahaan pelayaran untuk menaikkan biaya pengiriman.
Baca Juga: Banjir Talumolo, 57 KK Terdampak dan 41 Rumah Rusak
Untuk menindaklanjuti hal ini, Pejagindo telah mengirimkan surat resmi kepada beberapa perusahaan pelayaran yang beroperasi di Gorontalo.
Surat ini juga ditembuskan kepada Gubernur Gorontalo, DPRD Provinsi Gorontalo, Dirjen Perhubungan Laut, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Pejagindo menilai bahwa kenaikan ini dapat berdampak besar terhadap biaya logistik dan memicu inflasi di daerah.
Sebagai langkah antisipasi, Pejagindo berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah untuk menunda atau membatalkan kebijakan ini.
Baca Juga: Mutasi Pejabat Utama Polres Bone Bolango, Kapolres Tekankan Profesionalisme Anggot
"Kami ingin adanya transparansi dan penjelasan resmi dari pihak pelayaran. Jangan sampai kenaikan ini justru membebani para pedagang dan masyarakat," ujar Jasin. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang