Gorontalopost, GORONTALO - Pernyataan keras Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.
Usai RUPS Bank SulutGo menunjukkan akumulasi kekecewaan daerah terhadap manajemen bank tersebut.
Tidak adanya perwakilan Gorontalo dalam struktur komisaris dinilai sebagai bentuk pengabaian atas kontribusi dan eksistensi daerah.
Baca Juga: Kecewa Tak Dilibatkan, Bupati Gorontalo Ancam Tarik Saham dari Bank SulutGo
Adhan menegaskan bahwa ini bukan persoalan agama atau suku.
Melainkan soal representasi yang adil berdasarkan porsi saham dan sejarah kebersamaan antara Gorontalo dan Sulawesi Utara.
“Kalau sudah ada yang Muslim dianggap cukup, itu anggapan yang menyesatkan,” katanya.
Sebagai respons, Adhan telah memerintahkan tim keuangan Pemkot Gorontalo.
Untuk mulai menarik dana dari BSG dan mengalihkannya ke bank lain seperti BRI.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mulai menjajaki kemungkinan pendirian bank daerah milik Gorontalo.
Baca Juga: Eks Tim Pemenangan Pilkada Masuk Komisaris, Ramoy Luntungan Jadi Komut, Gorontalo Tak ada Perwakilan
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Gorontalo tidak hanya siap mengambil langkah strategis ekonomi.
Tapi juga mempertahankan marwah daerah dari kebijakan yang dianggap tidak adil.
Dukungan dari kepala daerah lain di Gorontalo memperkuat sikap ini sebagai perlawanan kolektif terhadap marginalisasi.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang