Gorontalopost, GORONTALO – Proyek pembangunan Masjid Raya dan Islamic Center Gorontalo kembali menyita perhatian publik.
Kali ini, sorotan mengarah pada dana sumbangan dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Gorontalo yang telah terkumpul sebesar Rp 3,05 miliar sejak 2020.
Baca Juga: Desakan Meningkat, Pansus DPRD Gorontalo Pertimbangkan Penghentian Sementara Tambang PT. GM
Sayangnya, hingga pertengahan 2025, nasib dana tersebut belum jelas: digunakan belum, progres pembangunan pun masih remang.
Sejumlah ASN mulai mempertanyakan transparansi dan kejelasan arah pembangunan.
Mereka mengaku mulai merasa skeptis, apalagi setelah bertahun-tahun berkontribusi secara sukarela.
"Kami mendukung sejak awal karena percaya ini untuk kebaikan.
Tapi sekarang malah bingung, tidak ada kejelasan sama sekali," ungkap salah satu ASN yang enggan disebut namanya.
Baca Juga: Izin Rapat di Hotel Dibuka Lagi, Strategi Kemendagri Dongkrak Ekonomi Daerah dan Sektor Perhotelan
Menanggapi kebingungan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, memastikan proyek ini belum dihentikan.
Ia menyebut pembangunan Islamic Center masih menjadi bagian dari prioritas strategis Gubernur saat ini.
"Pak Gubernur tetap berkomitmen untuk mewujudkan Islamic Center.
Tapi memang kita dihadapkan pada tantangan teknis dan administratif," ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (10/6/2025).
Hambatan utama yang dihadapi saat ini adalah soal lahan. Hingga kini, status lahan yang direncanakan untuk proyek tersebut masih berada di bawah naungan yayasan tertentu.
Pemprov pun tengah melakukan kajian ulang, termasuk menjajaki kemungkinan lokasi alternatif.
Baca Juga: Dana Pokir DPRD Gorontalo Anjlok Drastis, Efisiensi Anggaran Jadi Biang Utama, Deprov Pasrah
Beberapa opsi lokasi sempat dibahas, antara lain Kelurahan Moodu, kawasan Danau Limboto, hingga area strategis di sekitar Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
Namun, belum satu pun lokasi yang dikukuhkan secara resmi.
"Yang jelas, Pak Gubernur serius ingin proyek ini berjalan.
Tapi butuh konsolidasi matang agar tidak tergesa-gesa," tambah Sofian.
Terkait dana yang terkumpul dari ASN, Sofian memastikan anggaran Rp 3,05 miliar itu belum digunakan sama sekali dan masih disimpan secara aman.
"Duitnya aman. Belum dipakai karena memang kita menunggu kejelasan legalitas lokasi," tegasnya.
Baca Juga: 100 Persen Terbentuk! Koperasi Merah Putih Siap Gerakkan Ekonomi Desa di Gorontalo
Meski begitu, pemerintah belum bisa memastikan kapan konstruksi fisik akan dimulai.
Terakhir kali proyek ini dibahas secara serius adalah sekitar setahun lalu, saat Gorontalo masih dipimpin oleh Penjabat Gubernur Ismail Pakaya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang