Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Nostalgia Menteri Yandri Susanto di Gorontalo, Dari Penjaga Empang Gagal Jadi ke Kursi Menteri

Azis Manansang • Kamis, 19 Juni 2025 | 15:27 WIB

 

Menteri Yandri Susanto bersama kedua anaknya saat berada di rumah pamannya di Desa Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.(F:ist)
Menteri Yandri Susanto bersama kedua anaknya saat berada di rumah pamannya di Desa Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.(F:ist)

Gorontalopost, GORONTALO – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto ternyata memiliki jejak kehidupan yang cukup dalam di tanah Gorontalo.

Dalam kunjungan dinasnya yang singkat ke daerah ini, Yandri menyempatkan waktu untuk pulang ke rumah masa kecilnya di Desa Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Baca Juga: Aleg Deprov Limonu Hippy Bantah Klaim Keterlibatan RSB dalam Penerbitan WPR Pohuwato

Didampingi Gubernur Gorontalo saat itu, Gusnar Ismail, Yandri mengunjungi kediaman sang paman, almarhum Hidayat, tempat ia pernah tinggal dua dekade silam.

Suasana emosional terasa saat Yandri melangkah ke dalam rumah yang menyimpan banyak kenangan.

"Ini tempat saya dulu suka menyendiri sambil membaca buku," ucap Yandri dengan senyum nostalgia, sambil duduk di kursi plastik di teras rumah.

“Dulu jalannya masih berbatu, suasananya jauh berbeda dari sekarang,” tambahnya.

Tak hanya sampai di situ, Yandri juga berziarah ke makam sang paman yang jaraknya tak jauh dari rumah tersebut.

Hidayat, yang bekerja sebagai pegawai BPN sejak 1983 dan menikah dengan perempuan Gorontalo, Lisna Lahabu, merupakan sosok yang membimbing Yandri semasa muda.

Yandri yang berasal dari Bengkulu mengaku sejak kecil sudah memiliki jiwa perantau.

Baca Juga: DPRD Gorontalo Sidak ASN Nongkrong Saat Jam Kerja Mall dan Warkop Jadi Sasaran

Tahun 2000, ia sempat tinggal di Gorontalo dan bahkan hampir diminta menjaga empang udang dan bandeng milik pamannya di Randangan, Kabupaten Pohuwato.

“Saya hampir jadi penjaga tambak. Tapi saya berpikir, kalau saya habiskan waktu di empang, mungkin tidak akan duduk di posisi ini sekarang,” ujarnya sambil tertawa kecil, disambut tepuk tangan keluarga yang hadir.

Alih-alih bertahan di Gorontalo, Yandri akhirnya memilih kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan dan karier politiknya.

Perjalanan itulah yang kemudian membawanya bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) hingga menjabat Wakil Ketua MPR RI dan kini menjadi Menteri.

Kenangan Yandri juga turut dibenarkan oleh sang tante, Lisna Lahabu. Ia mengenang momen saat keponakannya tiba di rumah dengan menumpangi bus dari Manado.

“Waktu itu suasana sedang ramai karena isu Timor-Timur. Dia turun dari mobil, dan langsung masuk rumah seperti tak ada jarak,” cerita Lisna.

Baca Juga: Longsor di Tangga Barito Belum Teratasi, Warga Terkendala Panen dan Proyek Infrastruktur

“Meski sekarang jadi pejabat, dia tetap rendah hati dan sederhana.”

Lisna juga mengungkapkan bahwa sejak dulu Yandri dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah.

“Dia itu yang paling rajin adzan di Masjid Nurul Alam,” kenangnya, yang kemudian diamini oleh Yandri.

Ia pun menyebut masjid itu menjadi salah satu tempat yang membentuk spiritualitasnya semasa remaja.

“Dulu saya jadi muadzin di sana, masjidnya masih ada sampai sekarang,” kenang Yandri sembari menatap jauh ke arah masjid yang disebutnya.

Bagi Yandri, Gorontalo bukan sekadar tempat singgah, tapi bagian dari perjalanan hidupnya menuju tangga kekuasaan.

“Tahun 2000 saya ke sini untuk bertahan hidup. Sekarang saya kembali sebagai menteri. Rasanya seperti pulang ke akar,” pungkasnya. (Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#PAN 2024 #Gorontalo #inspirasi pemuda #Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal #Kisah masa lalu #yandri susanto #Politisi Indonesia