Gorontalopost, KWANDANG – Dunia pendidikan di Gorontalo Utara kembali tercoreng.
Seorang oknum guru di salah satu SMA diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap siswinya.
Baca Juga: Inflasi Gorontalo Juni 2025 Terkendali, Tapi Jasa dan Kebutuhan Pokok Jadi Pemicu
Saat ini, Polres Gorontalo Utara tengah mendalami laporan dugaan pencabulan yang mengguncang lingkungan sekolah tersebut.
Kasus ini mencuat setelah ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gorontalo Utara, Aipda Eris Novianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang menindaklanjutinya.
"Kami langsung menindak laporan ini karena menyangkut keselamatan anak di lingkungan pendidikan.
Kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan," ungkap Aipda Eris saat ditemui di Mapolres,kemarin.
Menurutnya, proses penyelidikan akan dilanjutkan dengan gelar perkara dalam waktu dekat.
Jika proses pemeriksaan terhadap para pihak telah lengkap, maka kasus akan segera dinaikkan ke tahap berikutnya.
Baca Juga: Ridwan Monoarfa Temui Nelayan Hulapa, Kawal Aspirasi Perahu dan Alat Pengering
"Kami targetkan gelar perkara bisa dilakukan minggu ini atau paling lambat awal pekan depan.
Semua bergantung pada kelengkapan hasil pemeriksaan," tambahnya.
Motif di balik dugaan pencabulan ini belum diungkap ke publik, namun yang menjadi perhatian khusus adalah lokasi kejadian yang diduga terjadi di lingkungan sekolah.
Hal ini dinilai sebagai faktor pemberat dalam proses hukum.
"Jika terbukti benar, pelaku akan dikenakan pasal pemberatan.
"Karena tindakannya dilakukan sebagai tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Ini menyangkut tanggung jawab," punkasnya. (Inong)
Editor : Azis Manansang