Gorontalopost, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung pembentukan Komando Daerah Militer (KODAM) baru di wilayah Gorontalo.
Dalam rapat koordinasi daring bersama TNI AD, rencana pembentukan 22 KODAM baru hingga tahun 2029 jadi topik utama dan Gorontalo masuk dalam daftar.
Menurut Sekretaris Daerah Gorontalo, Sofian Ibrahim, saat ini Gorontalo dijadwalkan masuk dalam gelombang ketiga pada tahun 2028.
Namun, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Mereka mendorong percepatan agar bisa masuk gelombang kedua lebih awal, bahkan optimistis bisa dimulai pada 2026.
“Kalau soal kesiapan, kami tidak ragu. Infrastruktur sudah kami siapkan.
Semoga saja tak perlu menunggu sampai 2028 kami berharap bisa dipercepat,” ujar Sofian dengan penuh optimisme.
Pemprov Gorontalo telah menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) lewat Perda Nomor 1 Tahun 2024.
Di dalamnya telah diakomodasi kebutuhan strategis pertahanan, termasuk alokasi lahan dan fasilitas pendukung.
Markas KODAM direncanakan berlokasi di kawasan Batalyon 713, Tuladenggi, Telaga hanya sepelemparan batu dari pusat kota.
Sementara Korem Nani Wartabone tetap bertahan di lokasi eksisting dengan lahan seluas 25 hektare yang sudah disiapkan pemerintah.
Sedangkan Batalyon 713 akan dipindahkan ke kawasan perbatasan Gorontalo-Sulawesi Tengah, tepatnya di Pohuwato.
“Kami sudah komunikasi dengan Korem. Tiga titik utama pembangunan batalyon akan ditempatkan di Boalemo, Gorontalo Utara, dan Pohuwato untuk memperkuat pertahanan perbatasan,” tambah Sofian.
Dengan strategi penataan ulang wilayah pertahanan yang matang, pemerintah optimis kehadiran KODAM di Gorontalo akan memperkuat sistem keamanan nasional.
Dan menjadikan provinsi ini sebagai titik strategis pertahanan militer di kawasan timur Indonesia.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang