Gorontalopost, GORONTALO – Tahun 2026 menjadi tahun penuh tantangan bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Proyeksi APBD hanya sebesar Rp1,54 triliun, turun sekitar Rp 200 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,74 triliun.
Kabar itu disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menyampaikan nota pengantar Ranperda APBD 2026 pada Rapat Paripurna DPRD ke-43, Senin (8/9/2025).
Baca Juga: Polisi Ringkus Kakek 60 Tahun Pelaku Pencurian Bentor di Gorontalo, Satu Masih Diburu
Menurut Gusnar, penyebab utama penyusutan adalah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Terutama karena estimasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang hanya Rp 200 miliar seluruhnya untuk sektor kesehatan yang baru pasti..
“Ketika APBD berkurang, kita pasti berpikir untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Namun saya tegaskan, kondisi masyarakat saat ini belum memungkinkan jika kita menambah beban pajak,” jelas Gusnar.
Dengan pendapatan Rp1,54 triliun, defisit diperkirakan mencapai Rp206,32 juta.
Untuk menutup celah, Pemprov menyiapkan skema pembiayaan daerah Rp 17,14 miliar untuk penerimaan.
Dan Rp16,93 miliar untuk pengeluaran, sebagian besar digunakan membayar cicilan pokok utang PEN 2021.
Baca Juga: Prabowo Guncang Kabinet 5 Menteri Lengser dan Kementerian Baru Didirikan, Ini Daftarnya
Meski dana terbatas, lima program unggulan tetap dipertahankan: beasiswa, agromaritim, UMKM, pariwisata, dan infrastruktur.
Namun khusus infrastruktur, pemerintah akan lebih fokus pada pemeliharaan jalan ketimbang peningkatan kualitas.
“Setiap OPD harus mampu menarik kegiatan nasional kementerian agar digelar di Gorontalo.
Ini strategi kita untuk menghidupkan ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal,” tambahnya.
Selain itu, Gusnar menyoroti belanja pegawai yang membengkak hingga 45 persen dari APBD, jauh di atas rekomendasi Kemendagri sebesar 30 persen.
Untuk itu, pemerintah tengah mengkaji langkah efisiensi, termasuk opsi penerapan Work From Home (WFH) sebagai upaya menekan biaya operasional. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang