Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mahasiswa Desak Kepala BPJS Gorontalo Dicopot, Diduga Arogan, Abaikan Gubernur dan Aspirasi Rakyat

Azis Manansang • Rabu, 10 September 2025 | 00:13 WIB

 

Aksi  demo  Mahasiswa menggema di depan kantor BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo menuntut  Kepala BPJS dicopot.(F:Ist)
Aksi demo Mahasiswa menggema di depan kantor BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo menuntut Kepala BPJS dicopot.(F:Ist)


Gorontalopost, GORONTALO – Gelombang protes kembali menggema di depan kantor BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo, Selasa (9/9/2025).

Baca Juga: Sejarah Baru Pohuwato Kini Punya RS Swasta Pertama, Multazam Medical Center Resmi Beroperasi

Aliansi Mahasiswa Kesehatan Gorontalo mendesak pimpinan pusat segera mencopot Kepala Cabang BPJS Gorontalo yang dinilai arogan dan tidak menghormati nilai-nilai adat setempat.

Jenderal Lapangan aksi, Majid Mustaki, menyebut sikap Kepala Cabang telah melukai hati masyarakat.

Pasalnya, ia disebut menolak hadir dalam undangan Gubernur Gorontalo sebanyak tiga kali.

Terkait mediasi dengan fasilitas kesehatan, bahkan disertai pernyataan yang dianggap menantang.

“Terkait persoalan ini, Kepala Cabang justru melontarkan ucapan bahwa di Gorontalo tidak ada yang dia takuti, termasuk Gubernur sekalipun.

Pernyataan seperti itu jelas bertolak belakang dengan filosofi hidup orang Gorontalo yang menjunjung tinggi penghormatan kepada pemimpin,” tegas Majid.

Menurut Majid, perilaku tersebut telah mencederai filosofi luhur masyarakat Gorontalo, yakni “Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah”

Baca Juga: Seteru Rinto Sabua dan Edi Nurkamiden Berakhir Damai, Polisi Gorontalo Fasilitasi Restorative Justice

Serta nilai Tauwa Lo Adati yang menempatkan pemimpin daerah sebagai figur yang wajib dihormati.

Selain sikap arogansi, Kepala Cabang juga dianggap mengabaikan aspirasi rakyat.

Tercatat lebih dari 600 orang menandatangani petisi yang menuntut pemulihan kerja sama BPJS dengan RSU Bioklinik salah satu rumah sakit penting di Gorontalo.

“Ini bukan hanya soal layanan kesehatan, tapi soal marwah adat dan nilai kebersamaan (Mohuyula) yang menjadi jati diri masyarakat Gorontalo.

Kepala Cabang harus segera diganti dengan sosok yang mampu mendengar aspirasi rakyat,” tambah Majid.

Tercatat lebih dari 600 orang menandatangani petisi yang menuntut pemulihan kerja sama BPJS dengan RSU Bioklinik salah satu rumah sakit penting di Gorontalo.

Mereka mendesak agar segera dihadirkan pemimpin baru yang lebih responsif, beretika, dan menghargai kearifan lokal Gorontalo.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#bpjs kesehatan #Gorontalo #kepala bpjs kesehatan #demo mahasiswa #Nilai #Dicopot #aspirasi masyarakat #adat gorontalo