Gorontalopost, GORONTALO –Panggung akbar Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025 resmi dibuka meriah di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu (27/9/2025).
Perhelatan tahunan ke-14 ini kembali memancarkan kebanggaan masyarakat dengan suguhan seni, budaya, serta kreasi ekonomi kreatif yang akan berlangsung hingga 29 September 2025.
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkab Boalemo Genjot Kompetensi Guru SD Lewat KKG
Sejak hari pertama, ribuan mata tertuju pada pameran produk unggulan, festival musik kreatif, hingga pertunjukan budaya khas Gorontalo.
Tak hanya itu, parade busana Karawo dari berbagai kontingen daerah menjadi daya tarik utama yang menegaskan eksistensi kain sulam khas Gorontalo di kancah nasional.
Acara pembukaan makin istimewa dengan hadirnya Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Disambut langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran Forkopimda.
Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo, Aryanto Husain, menegaskan bahwa GKK bukan sekadar festival, melainkan motor penggerak pariwisata daerah.
“Semakin banyak event digelar, semakin besar daya tarik wisatawan untuk datang.
Karnaval Karawo ini adalah bukti bahwa budaya bisa menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa, yang menekankan arti penting kolaborasi lintas sektor.
Ia mencontohkan, pada tahun 2024, Festival Karawo mencatat 31 ribu kunjungan wisatawan dengan transaksi Rp325 juta.
Baca Juga: HUT ke-80 PMI di Gorontalo, Wagub Idah Syahidah Ajak Pelajar Jadi Duta Donor Darah
Tahun ini, ditargetkan naik menjadi 50 ribu kunjungan dengan nilai transaksi menembus Rp1 miliar.
“Pariwisata dan event tidak bisa berdiri sendiri. Semua pihak harus bersatu. Inilah bukti nyata kolaborasi yang membuat Gorontalo semakin dikenal,” tuturnya.
Tak hanya membuka karnaval, Wamen juga menyerahkan penghargaan Kharisma Event Nusantara (KEN) kepada Gubernur Gusnar.
Dan mengumumkan rencana pencanangan salah satu desa kreatif di Gorontalo sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis budaya.(Mg-03/Mail)
Editor : Azis Manansang